Ads

Rabu, 09 September 2020

September 09, 2020
Ops Aman Nusa II Polda Jatim bersama Pol PP Prov Jatim

KORANPAGI.NET
- Aktifitas tempat hiburan malam di tengah pandemi sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya jelas telah dilarang. Hal tersebut guna mengantisipasi penyebaran atau munculnya Cluster baru Virus Covid-19 di kota tersebut, Rabu (9/9/2020).

Menilik dari peristiwa pada Hari Senin (7/9/2020) kemarin, dimana Operasi Aman Nusa II Polda Jatim bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur mendapat informasi akurat bahwa adanya aktifitas di salah satu tempat hiburan malam di Surabaya, rombongan patroli langsung merapat ke lokasi hiburan.

Namun, mengetahui kedatangan petugas, pengelola tempat hiburan langsung menutup dan mengunci pagar serta pintu dari dalam dan mematikan lampu juga musik yang seakan-akan tidak ada aktifitas di dalamnya.

Kasat Pol PP Provinsi Jawa Timur, Drs Budi Santosa menjelaskan, penindakan pada tempat hiburan malam yang berada di Jalan Tegalsari ini bukan pertama kalinya.

"Kami mendapat info akurat bahwa ada aktifitas (party) di tempat hiburan itu, setibanya dilokasi, seperti biasa pagar dan pintunya sudah dalam kondisi terkunci dari dalam, mereka pasti sudah tahu kedatangan kami. Sebelumnya kami sudah lakukan penindakan penyitaan KTP pengunjung dan pengelolanya juga di tempat itu karena terbukti melakukan aktifitas di masa pandemi, sesuai aturan Perwali, meski masuknya petugas haru memanjat pagar," ungkap Budi Santosa.

Komandan Peleton Satpol PP Kota Surabaya, Rozak, yang juga berada di lokasi saat itu memaparkan, pihaknya akan menutup sementara tempat hiburan tersebut karena telah melanggar Perwali.

"Ini jelas sudah melanggar Perwali 33 tahun ini, besok pasti kami langsung segel. Percuma juga ditungguin, gak bakal dibuka oleh mereka, kita tinggal saja, besok kami segel," ujar Rozak.

Mengetahui pernyataan Satpol PP Kota Surabaya selaku pemegang wilayah demikian, rombongan Operasi Aman Nusa II pun meninggalkan lokasi dan melanjutkan patroli di kawasan kota pahlawan yang masih memerah oleh Covid-19.

Ops Aman Nusa II Polda Jatim bersama Pol PP Prov Jatim
Terpisah, Kabid Penertiban dan Penindakan Satpol PP Kota Surabaya, Piter Rumangsek, saat dikonfirmasi apakah sudah dilakukan penyegelan menjelaskan, ada beberapa point untuk melakukan penindakan pada pelanggar Perwali Nomor 33 Tahun 2020.

"Untuk pelaksanaan penyegelan RHU harus melalui beberapa tahapan sesuai dengan Perwalinya yaitu teguran lisan, teguran tertulis, penyitaan KTP, penutupan sementara hingga pencabutan ijin. Untuk proses pencabutan ijin kita harus cek perijinan yang dimiliki dan pelanggaran yg dilakukan. Setelah itu temuan tersebut kita kirim ke pariwisata utk ditindaklanjuti. Klu sudah turun surat penertibannya baru kita bisa proses," kata Piter Rumangsek. (Hn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar