Ads

Senin, 14 September 2020

September 14, 2020
Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung, Suroto

KORANPAGI.NET - Puncak kemarau menurut Badan Meteorologi, Klimatologi,  dan Geofisika (BMKG) yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Tulungagung, memprediksi  bulan Agustus dan September 2020 masih membawa dampak kekeringan di sejumlah wilayah, salah satunya Tulungagung, Senin (14/9/2020).

Data dari BPBD Kabupaten Tulungagung tercatat ada 8 desa terdampak kekeringan yaitu Desa Tenggangrejo, Desa Pakisrejo, Desa Kalibatur, Desa Rejosari, Desa Banyu urip, Desa Karang Talun, Desa Winong dan Desa Sukorejo Wetan.

Setiap hari BPBD mendroping dua tangki air bersih di sejumlah desa secara bergiliran. Bergerak dari desa ke desa menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung, Suroto mengatakan, kekeringan yang terjadi di delapan desa ini lantaran wilayah tersebut termasuk defisit air, artinya  ketersediaan air yang ada tidak mencukupi  kebutuhan warg, sehingga setiap musim kemarau selalu mengalami kekeringan.

"Warga desa agar berhemat dalam memakai air bersih untuk konsumsi rumah tangga. Kami setiap hari memberi bantuan air bersih bagi warga yang rawan kekeringan. Untuk antisipasi, BPBD sudah menjadwalkan droping air bersih di titik-titik desa guna membantu yang kekurangan air bersih," tandas Suroto. (Gusty Indh).

0 komentar:

Posting Komentar