Ads

Selasa, 15 September 2020

September 15, 2020
Psikolog Biro Konsultasi Psikologi Kabupaten Tulungagung, Ifada Nur Rohmania, M. Psi

KORANPAGI.NET - Ngobrol tentang public display of affection (PDA) menujukkan kemesraan di publik mungkin dengan seiring pengguna media sosial (medsos) entah tidak disadari atau justru disengaja, banyak pasangan yang mengumbar kemesraan di dunia maya.

Sebenarnya aksi kemesraan dengan saling mention bisa jadi bumbu kemesraan asal tidak berlebihan sudah sah-sah saja dilakukan.

Memang seru ketika up load banyak yang komen dan ikut merasakan serunya hubungan kemesraan.

Pasangan yang menunjukkan kemesraan ada kalanya memiliki kecenderungan yang beragam seperti ingin hubungannya diakui secara publik, ingin berbagi kebahagiaan, bahkan ada yang sebenarnya 'insecure' merasa tidak aman dengan hubungan yang ada.

Ketika PDA menjadi pola kebiasaan yang dilakukan, terpenting makin menjadi relasi positif dengan pasangan, sehingga hubungan makin berkwalitas.

Sementara itu seorang Psikolog Biro Konsultasi Psikologi Kabupaten Tulungagung, Ifada Nur Rohmania, M. Psi, menjelaskan, mengunggah cumbu mesra di medsos juga perlu bijak, harus memperhitungkan siapa saja followers (mengikuti).

"Ketika ada anak-anak atau remaja, sangat dimungkinkan dia bisa meniru tanpa memahami esensi relasi pernikahan, namun lebih pada melakukan imitasi atau meniru saja," jalas Ifada Nur Rohmania, M. Psi. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar