Ads

Senin, 03 Agustus 2020

Agustus 03, 2020
Massa AMAR kepung DPRD Tulungagung

KORANPAGI.NET - Sejumlah elemen yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme, Komunisme dan Terorisme (AMAR) menggelar orasi di depan Kantor DPR Kabupaten Tulungagung, massa mengecam munculnya gerakan radikalisme agama, komunisme sekuler dan terorisme,  kembali menjadi sorotan. Lagi-lagi terkait isu radikalisme Pondok Pesantren Imam Syafi'i di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, yang terindikasi berpaham radikal, Senin (3/8/2020).

Mengingat sejumlah daerah terindikasi menjadi lahan subur bagi berkembangnya paham tersebut, seakan hal ini berimbas ke Tulungagung.

Masifitas gerakan radikalisme dan komunisme di Tulungagung membuat masyarakat resah, sehingga perlu adanya deradikalisasi yang memilki tujuan untuk menetralisir pemikiran radikalisme .

Ribuan massa yang tergabung dalam AMAR, hari ini mengepung gedung DPRD Tulungagung untuk menyuarakan kepada  Pemerintah Tulungagung agar segera melaksanakan tugasnya sesuai amanat perundang-undangan, menegakkan supermasi hukum, mendorong pemerintah menolak segala bentuk radikalisme, komunisme dan terorisme, serta mengembalikan ketentraman Kabupaten Tulungagung.

Bahkan, massa meminta menarik pasukan dari wilayah Desa Tapan atau Yayasan Imam Syafi'i, bubarkan Kombatpol dan tuntaskan proses hukum Yayasan Imam Syafi"i di Desa Tapan.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, memberikan pemahaman tentang Pondok Pesantren Imam Syafi'i, agar melakukan sosialisasi ataupun pendekatan kepada masyarakat.

"Langkah yang dilakukan pemerintah adalah agar masalah IMB dipenuhi dahulu sesuai dengan ketetapan maupun aturan, untuk pekerjaan atau pembangunan fisik harus dihentikan," jelas Bupati Maryoto Birowo.

Sementara itu, Patriot Garuda Nusantara (PGN), Gus Alwi menyampaikan orasinya  perihal Yayasan Imam Syafi'i membangun gedung lembaga pendidikan yang dinilai tidak memberikan ketentraman pada masyarakat sekitar, masyarakat tidak senang melaksanakan amal ibadah keseharinnya.

"Kalau dibiarkan, hal ini akan merembet ke daerah lain. Kita harus mendesak kejadian di Tulungagung tidak hanya di Tapan, apapun kegiatan yang berbau Radikal dan tidak 'Tepo Seliro' harus kita lawan, maka kepada rekan aliansi se-Tulungagung menuntut pembubaran pendidikan radikalisme Imam Syafi'i, menolak faham kilafah dan radikal," tegasnya. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar