Ads

Jumat, 03 Juli 2020

Juli 03, 2020
Seorang warga disanksi push up oleh petugas

KORANPAGI.NET - Penerapan Peraturan Bupati No. 22 Tahun 2020 tentang pedoman masa transisi menuju tatanan normal baru pada kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Gresik terus ditingkatkan tiga pilar, Jumat (3/7/2020).

Salah satu bukti penerapan Peraturan Bupati No 22 Tahun 2020 adalah, dalam sehari sebanyak tiga kali dilakukan patroli atau penyisiran tempat keramaian mulai dari pasar dan warung-warung kopi yang tersebar di Kecamatan Duduk Sampeyan. 

Camat Duduk Sampeyan, Suropadi menyampaikan, bersama Kapolsek Duduk Sampeyan dan Danramil 0817/11 Duduk Sampeyan terus bersinergi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Duduk Sampeyan dengan menerapkan Peraturan Bupati No. 22 Tahun 2020, yang berbunyi setiap orang yang tidak mengenakan masker pada saat beraktivitas diluar rumah akan dikenakan sanksi kerja sosial berupa membersihkan fasilitas umum  atau denda administratif sebesar Rp 150 ribu dan semua penduduk dilarang beraktivitas diluar rumah mulai pukul 22.00 WIB sampai 04. 00 WIB. Bagi pegawai atau karyawan yang bertugas malam hari juga wajib ada surat keterangan dari perusahaan tempatnya bekerja.

"Teknis pelaksanaan penerapan Peraturan Bupati No.  22 Tahun 2020 adalah melakukan operasi gabungan bersama Polsek Duduk Sampeyan, Koramil 0817/11 dan Satpol PP Kecamatan Duduk Sampeyan dengan menyisir warung-warung kopi atau tempat berkerumun orang," kata Camat Duduk Sampeyan, Gresik.

Ditempat yang sama, Danramil 0817/11 Duduk Sampeyan, Kapten Inf Hendrik T menambahkan, bahwa sementara penerapan Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2020, akan memberikan sanksi fisik bagi para pelanggar.

"Kami tegakkan dengan memberikan peringatan push up kepada masyarakat di depan pasar Duduk Sampeyan yang tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan apa bila masih ngeyel tidak mematuhi Peraturan Bupati No. 22 Tahun 2020, bisa dikenakan denda Rp 150 ribu atau ditindak oleh kepolisian sesuai UU yang berlaku," tegasnya.

Senada, Kapolsek Duduk Sampeyan, IPTU Sugeng AP menjelaskan, penegakkan aturan Bupati tersebut dilakukan tindakan tegas apa bila ada perlawanan dari masyarakat.

"Kami bersama tiga pilar Duduk Sampeyan menegakan aturan Bupati No. 22 Tahun 2020 secara persuasif, kecuali ada masyarakat yang masih melawan atau membantah petugas dilapangan tidak segan kami bawa ke kantor Polsek Duduk Sampeyan guna dilakukan proses lebih lanjut sesuai aturan UU yang berlaku," paparnya.

Dari pantauan awak media dilapangan, masih banyak masyarakat tidak mengenakan masker dan sudah ada yang dikenai hukuman push up di pasar Duduk Sampeyan sebagai efek jera. (Dw/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar