Ads

Rabu, 15 Juli 2020

Juli 15, 2020
Ilustrasi

KORANPAGI.NET - Diduga melakukan tindak pidana asusila, ketua Yayasan GMJT di Surabaya ini harus berurusan dengan polisi. Pelapor merasa dilecehkan kehormatannya oleh YRA (terlapor) sebanyak dua kali, di waktu dan tempet berbeda, Rabu (15/7/2020).

Peristiwa dugaan asusila ini terjadi pada tahun lalu. Awalnya, pelapor menceritakan peristiwa yang dialami itu kepada orang-orang terdekatnya terkait perlakuan YRA terhadap dirinya, dimana pelapor pernah dipanggil ke dalam kamar YRA saat mengikuti acara di sebuah hotel di Surabaya.

Kemudian, saat di dalam kamar dengan pintu terkunci, pelapor langsung dipeluk dari belakang oleh YRA dan hendak diajak melayani nafsu birahinya. Namun beruntung, pelapor bisa melarikan diri dengan alasan menyuruh YRA mandi lantaran bau.

Tidak berhenti disitu, dari pengakuan pelapor, YRA juga pernah menyuruh pelapor duduk disampingnya saat di Rumah Gadang, sementara tangan kanan YRA merangkul pelapor sembari menarik-narik branya.

"Terlapor melakukan tindakan pelecehan kepada pelapor dua kali, di sebuah hotel saat ada acara di Yayasan dan di rumah gadang," kata kuasa hukum pelapor, Advokat Iwan Nur Rachmat, SH.

Berdasar surat laporan polisi (LP) Nomor TBL/425/V/2020/UM/JATIM, terkait tindak pidana kejahatan terhadap keasusilaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281 KUHP, dimana untuk saat ini laporan tsb dilimpahkan ke Polrestabes dengan Nomor B/5435/V/RES.1.4./2020/Ditreskrimum, tertanggal 26 Mei 2020  dan ditangani oleh Satuan Unit PPA Polrestabes Surabaya.

"Setelah berkonsultasi dengan saya dan unsur pidananya terpenuhi, kami sepakat mengambil langkah jalur hukum, Kini perkara tersebut telah ditangani Polrestabes Surabaya," jelasnya.

Sementara, Ps Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu M Harun membenarkan, bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan."Iya sedang kami tangani, masih dalam proses," papar Iptu M Harun saat dikonfirmasi via ponselnya. (Hn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar