Ads

Senin, 29 Juni 2020

Juni 29, 2020
2
Agus Widodo saat membuat Face Shield dan dibantu istrinya

KORANPAGI.NET - Wabah Covid-19 membuat banyak perusahaan di Kabupaten Tulungagung merugi bahkan tutup lantaran bangkrut. Namun, ada juga tempat usaha yang justru malah berkembang ditengah pandemi ini, Senin (29/6/2020).

Salah satu usaha kreatif yang dilakukan Agus Widodo, warga Jalan MT Haryono RT 3 RW 3, Kelurahan Bago, mendapat peluang usaha membuat Face Shield (pelindung wajah) berkarakter 'Tulungagung sehat bermasker'. Pelindung tersebut kini telah banyak diburu anak-anak dan dewasa. Saat ini  usaha bisnis yang digelutinya di rumah semakin merambah besar.

Hanya bermodal Rp 500 ribu, tak terduga pelindung wajah buatannya menarik simpatik masyarakat, terutama anak-anak. Dirinya beralasan membuat face shield ini untuk melindungi wajah ketika  berbicara ludahnya tidak sampai menempel ke orang lain.

Beberapa pesanan datang dari para pedagang yang mengambil tiga sampai lima lusin. Face Shield dari Kelurahan Bago ini akhirnya bisa diterima di pasaran wilayah Tulungagung hingga ke luar daerah seperti Kediri, Malang dan Lampung. Produksi pelindung wajah buatan Agus juga dipasarkan melalui daring maupun manual. 

Dari Hasil usaha membuat Face Shield, penghasilan Agus selama dua hari sanggup mengantongi Rp 1 juta. Harga yang ditawarkan pun beragam, untuk dewasa Rp 15 ribu dan anak-anak Rp 12 ribu per buahnya.

Banyak pesanan yang diterima, seperti dari Himpaudi, Pondok dan sebagian pengusaha kuliner di Tulungagung maupun luar kota. Tulisan pada Face Shield bisa dipesan sesuai keinginan. 

Agus Widodo menceritakan awalnya membuat Face Shield pada saat ia dan istrinya berkunjung ke rumah teman yang baru melahirkan. Dirinya melihat bayi memakai Face Shield kelihatan bagus dan lucu. 

"Seketika itu muncul ide, saya dan istri iseng-iseng belanja bahan baku di toko  membeli mika 03, spon hati, spon busa, stiker, lem, elastik dan kancing keling.  Untuk ukuran APD 19 centimeter kali 24 centimeter. Cara membuatnya juga tak butuh waktu lama, mudah dan simpel.  Perlu kesabaran dan kreatifitas. Setelah  jadi kita pakai, ternyata ringan di kepala dan nyaman serta terlindungi dari paparan virus corona," jelas Agus Widodo.

"Alhamdulilah produksi Face Shield saya disambut teman-teman sesama pedagang dan tetangga. Saya dibantu istri dan anak-anak, dalam sehari mampu memproduksi 144 buah. Dibanding dengan pekerjaan saya sebelumnya hanya berjualan tape bakar hasil tak seberapa, dengan usaha yang baru berjalan ini sangat menguntungkan," aku Agus kepada Koran Pagi. (Gusty Indh)

2 komentar: