Ads

Senin, 15 Juni 2020

Juni 15, 2020
Ist

KORANPAGI.NET - Associate External Relations/Public Information Officer UNHCR  melarang keras bekerja bagi pengungsi tercantum dalam Surat Pernyataan Pengungsi' yang harus ditandatangani pengungsi bersertifikat UNHCR, sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010.

Dari hasil investigasi dilapangan minggu, (13/06/2020), Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Riau, menemukan pengusaha Hotel  Siak Resident  yang beralamat dijalan Meranti Ujung 212, Pekanbaru.

Pemilik Hotel Siak Resident diduga telah mempekerjakan warga negara asing yang berasal dari Pakistan dan Afganistan. FPII Riau menilai adanya kejanggalan aktifitas usaha yang dikelola Atong (red pemilik Hotel Siak Resident) dimana selama ini usaha yang dikelola Atong adalah Hotel untuk umum, namun beberapa tahun belakangan ini hotel Siak Resident berubah fungsi menjadi rumah singgah warga negara asing yang diduga sedang mencari suaka di Indonesia.

FPII Riau, menduga pengusaha mencari keuntungan dalam kesempitan terhadap warga negara asing yang dipekerjakan Atong untuk membangun rumah dilokasi hotel Siak Resident .

Ist
FPII menduga bahwa bangunan yang sedang berlangsung di dalam Hotel Siak Resident tidak memiliki 'Izin Mendirikan Bangunan (IMB)' dari Pemerintah kota Pekanbaru. 
Bahkan saat Tim FPII Riau menyambangi lokasi Hotel Siak Resident, salah satu wanita yang bernama Asmi, yang mengaku sebagai penjaga Hotel menuturkan jika masuk ke Hotel Siak Resident harus meminta izin dari pihak Imingrasi, IOM atau pihak UNHCR.

"Sesuai perintah atasan, wartawan atau siapapun yang tidak memiliki urusan resmi dilarang masuk ke lokasi Hotel Siak Resident," kata Asmi.

"Saat dikonfirmasi Tim FPII Riau, Asmi selalu memberikan jawaban yang berkelit-kelit mengenai aktifitas hotel, seolah-olah mengandung makna kecurigaan," ungkapnya.

Merasa tidak mendapatkan informasi yang akurat dari Asmi, Tim FPII berusaha masuk kedalam lokasi hotel untuk melihat kondisi bangunan yang diduga tidak memiliki izin IMB dari Pemko Pekanbaru . Bahkan dilokasi bangunan FPII Riau menemukan ada 3 orang warga negara yang sedang bekerja dilokasi bamgunan .

Sedang asik mengumpulkan data selang setengah jam Tim FPII Riau kedatangan tamu dari Bapak Babinsa  Kelurahan Kampung Baru (  Masrial Amr ). Dalam bincang-bincang ringan pihak Babinsa mempertanyakan kehadiran Tim FPII sekaligus berkenalan.

Bincang-bincang berlanjut selama setengah jam, tiba-tiba hadir pihak Babinkamtibnas yang bernama Anton. Cerita demi cerita selama setengah jam silahturahmi Tim FPII bersama Babinsa dan Babinkamtibnas berlangsung alot mulai dari perkenalan diri, tujuan kedatangan Tim FPII sampai maksud dan tujuan Tim FPII.

Dari penelusuran dilokasi hotel Siak Resident, Tim FPII Riau meminta kepada Pemko Pekanbaru untuk meninjau ulang lokasi Hotel Siak Resident terkait perizinan usaha.

Tim FPII Riau meminta Pemko Pekanbaru mempertanyakan Izin Usaha Membangun gedung dilokasi hotel dan meminta pihak Imigrasi Riau untuk meninjau ulang lokasi Hotel Siak Resident dimana pihak pengusaha dengan sengaja mempekerjakan warga negara asing untuk bekerja membangun gedung dilokasi hotel, serta meminta Kepada pihak UNHCR untuk mencabut izin kerjasama antara pemilik hotel dan pihak UNHCR, bahkan meminta juga Kepada Pemko Pekanbaru untuk menutup izin usaha Hotel Siak Resident,  dimana dari hasil temuan Tim FPII Riau status alih fungsi nama usaha, jenis usaha dan aktifitas usaha banyak menyimpan kejanggalan sesuai dengan peruntukan perizinan.

Sekretaris FPII Riau Suriani Siboro dalam keterangannya menyatakan, semua hasil temuan Tim sudah kita akuratkan selama 2 minggu ini dan hasilnya Tim FPII Riau menyimpulkan, sudah selayaknya Hotel Siak Resident untuk ditutup, karena tidak tertib dalam mengelola usaha, dalam waktu dekat Tim FPII iau akan mengunjungi Walikota Pekanbaru dan sekaligus menyampaikan temuan tersebut serta berkoordinasi kepada ipihak Imigrasi dengan adanya warga negara asing dipekerjakan pengusaha Hotel Siak Resident," ucap Suriani Siboro. (Joh)

0 komentar:

Posting Komentar