Ads

Selasa, 23 Juni 2020

Juni 23, 2020
Nenek Musyabikah didampingi Advokad


KORANPAGI.NET - Sidang perkara penyerobotan tanah yang bergulir ke 14 kalinya dengan tiga tergugat salah satunya kepala desa di Pengadilan Negeri Sidoarjo akhirnya ditunda lantaran hakim terkendala sakit, Selasa (23/6/2020).

Sidang gugatan dengan No.054/pdt.6/2020. yang sudah lama ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar, Hakim Trisnaryanto, H. Ridwantoro,SH, MH, Soegiarti, SH, MH dan panitera pengganti Didy Agustijono, SH.

Kasus ini berawal berawal dari peminjaman uang sebesar Rp 680.000 (Enam Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah) oleh Mat Choir (Alm), kepada Drs H Supangat pada tahun 1988.

Musyabikah, warga Desa Bluru Kidul RT.01/RW.07 Kecamatan Sidoarjo ahli waris (isteri Alm.M.Choir), terpaksa melayangkan gugatan melalui kuasa hukumnya Imam Syafi’i, SH dan Imam Sjamsoe SH dari kantor hukum ’’Krisna” lantaran tanah miliknya (diserobot) didirikan bangunan, pada tahun 2000 sebagai tempat usaha(toko)sampai sekarang 2020 oleh tergugat Drs.H.Supangat dan Rochmaiyah.

Pengacara yang berkantor di Perum Jala Griya TNI Blok L-1 No.17 RT.22/RW.05 Karangtanjung Candi, kabupaten Sidoarjo dan Imam Sjamsoe Asharry, SH, (60) mengatakan, telah bersama-sama menggugat melawan Drs H Supangat, yang beralamat rumah di RT.01/RW.07 Desa Bluru Kidul Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo sebagai tergugat satu, Rochmaiyah yang beralamat rumah di RT.01/RW.07 Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupayen Sidoarjo, sebagai tergugat dua dan Tri Prastiyono, SH, Kepala Desa Bluru Kidul Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo sebagai tergugat tiga.

Lebih jauh Imam Syafi’Ii menjelaskan adapun obyek sengketa adalah tanah letter C No.1690 Persil 19a kelas d.III luas kurang lebih120 M2,yang merupakan bagian tanah dari petok D No.439 Persil 36 kelas d.II luas kurang lebih 130 M2 yang diakui atas nama Ny Rochmaiyah atau Drs H Supangat berdasarkan surat keterangan riwayat tanah Nomor : 005/75/438.7.1.16/2018 tanggal 26 Juli 2018,yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Bluru Kidul Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Simpang RT.01/RW.07 Desa Bluru Kidul Kecamatan Sidoarjo, Tentang sebidang tanah pekarangan yang merupakan bagian dari tanah petok D,Nomer 439 Persil 36 kelas d.II kurang lebih 130 meter persegi atas nama M Choir ,yang sampai sekarang diakui milik Rocmaiyah atau Drs H Supangat berdasarkan

Leter C No.1690 Persil 19a kelas d.III luas kurang lebih 120M2,yang dikeluarkan pada tanggal (03/02/1989),oleh kepala desa Bluru Kidul tanpa alas hak yang sah sebagai dasar hukumnya dan hingga adanya beberapa surat pernyataan yang dipungkiri.

Hal itu berawal pasalnya kliennya memiliki hutang/pinjaman uang sebesar 680 ribu pada tahun 1988,dan singkat cerita disaat mau mengembalikan melalui beberapa kali mediasi bahkan sekitar empat bulan ahli waris diharusnya mengembalikan uang tersebut sebesar 1.000.000 plus bunganya.

"Namun ternyata ditolak oleh Rochmaiyah(isteri Supangat) dengan alasan pengembaliannya sudah telat sehari," tutur Imam Syafi’i yang juga tertera pada surat gugatan yang dilayangkan tersebut.

Tergugat tiga, Tri Prastiyono (Kades Bluru Kidul)diduga telah menyalahgunakan wewenang. Dan diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menerbitkan surat letter C No.1690 persil 19a kelas d.III luas kurang lebih 120 M2,tertanggal 3-0201989 atas nama Rochmaiyah/Drs Supangat yang tidak disertai alas hak yang sah sebagai dasar hukumnya.

"Bagaimana mungkin Letter C tersebut bisa diterbitkan,kalau tidak ada dasar hukumnya dan ahli waris. M.Choir tidak pernah melakukan jual beli tanah tersebut kepada siapapun," tegas Imam Syafi’i.

Imam berharap melalui sidang gugatan ini harusnya surat Letter C tersebut adalah cacat hukum,sehingga harus dibatalkan."Namun hari ini sidang ke -14 ditunda,dikarenakan hakimnya sakit," ujar Imam.

Bersamaan Musyabikah, yang didampingi saudaranya mengatakan,dirinya sudah lama mengharapkan keadilan melalui sidang gugatan yang sudah ke-14 kali ini.Dan hal ini sudah berjalan lama semenjak ,yang sebelumnya selama empat bulan dilakukan penyelesaian dan mediasi hingga adanya surat pernyataan yang juga dipungkiri.”Sehingga sampai saat ini berharap keadilan melalui sidang ini,” ujar wanita lanjut usia dengan mimik penuh harapan. (Amn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar