Ads

Jumat, 05 Juni 2020

Juni 05, 2020
Dr. Hadi Pranoto, SH, MH, (dua dari kiri) bersama perwakilan dari Bank Mega

KORANPAGI.NET - Pihak Bank Mega, Jalan Kembang Jepun, Surabaya, datangi rumah Dr Hadi Pranoto, SH, MH, di Jalan Karangmenjangan III, Surabaya, guna meminta maaf atas kekeliruan tindakan debt collektornya (tukang tagih) yang salah sasaran dan menyimpang aturan hukum, Jumat (5/6/2020).

Sekira pukul 11.00 WIB, pihak Bank Mega yakni Erina, Busri dan seorang supervisor penagihan, mendatangi rumah Hadi. Maksud dari kedatangan mereka tidak lain adalah menindaklanjuti perkara seperti yang diberitakan sebelumnya, dimana tiga pentolan ormas di kota ini mendatangi Bank Mega untuk bertanggungjawab atas perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh dua debt collektor terhadap Hadi Pranoto beberapa hari lalu.

Dijelaskan Hadi, bahwa mereka perwakilan Bank Mega telah mengakui kesalahan dan kekeliruan yang diperbuat oleh dua debt collektornya.

"Mereka (perwakilan Bank Mega) sudah menyadari telah melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kaidah perbankan yang baik dan benar. Saya terima etikad baik mereka," jelasnya.

Namun, karena perbuatan premanisme itu berlabel Bank Mega, maka Hadi yang juga seorang advokat mensyaratkan agar manajemen Bank Mega membuat pengakuan salah secara tertulis.

"Mereka harus menyatakan salah dan permintaan maaf serta tidak akan melakukan praktek premanisme terhadap semua nasabah yang sedang macet secara tertulis, minimal dimuat di beberapa media cetak dan online selama satu Minggu," papar Hadi Pranoto.

Perlu diketahui, terlepas dengan aturan yang telah ditentukan oleh bank tersebut terhadap debt collektornya, tindakan premanisme penagih hutang jelas telah menyimpang dari koridor hukum Negara Republik Indonesia yaitu pidana. (Hn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar