Ads

Senin, 11 Mei 2020

Mei 11, 2020
JWSP bersama Iptu Ony


KORANPAGI.NET - Ramadhan tahun ini mungkin berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, dalam suasana pandemi Covid-19, menjadikan ekonomi masyarakat merosot drastis. Para jurnalis yang mengatasnamakan JWSP (Juru Warta Sidoarjo Peduli) bergerak melakukan aksi kemanusiaan dengan membagikan masker, takjil dan sembako ke masyarakat Sidoarjo.

Bentuk solidaritas, kekeluargaan dan gotong royong tersebut dilakukan pada Sabtu (9/5/2020) sore, di kawasan By Pass Krian, Sidoarjo.

Iptu Ony Padal Pos Check Point By Pass Krian menyampaikan, kegiatan rekan media bagi takjil, masker dan sembako dinilai positif sekali."Hal ini bisa menjadi contoh untuk instansi atau rekan dari dinas terkait. Dulu kan sering, tapi ini walau pada masa PSBB, kegiatannya cepat tidak ada masalah. Dan bagus sekali karena jemput bola," terangnya.

Iptu Ony berharap, supaya masyarakat bisa saling membantu bersama-sama mencegah penyebaran virus (Covid-19). Sehingga dengan kebersamaan, penerapan PSBB bisa cepat memutus rantai penyebaran virus," ujar Iptu Ony

Senada, Yanti, wartawati Lintas Matra mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mewujudkan kepedulian teman-teman jurnalis terhadap warga terdampak Covid-19 di Sidoarjo.

"Hal ini untuk meringankan beban penderitaan warga yang terdampak Covid-19. Karena Covid-19 membawa dampak yang cukup besar terhadap melemahnya sendi-sendi perekonomian di masyarakat. Saya berharap masyarakat selama PSBB hukumnya wajib untuk mentaati segala peraturan yang di keluarkan oleh pemerintah guna menekan angka penyebaran Covid-19. Gunakan masker ketika keluar rumah, tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan mendesak," tutup Yanti. 

Muji (65), salah seorang tukang becak, warga Kemangsen RT 03, RW 01, Kecamatan Krian yang mendapat sembako dan masker merasa senang dan terbantu.

"Terima kasih banyak kepada teman-teman Juru Warta Sidoarjo. Saya sangat senang sekali mendapatkan sembako dan masker dari mas-mas dan mbak-mbak wartawan. Karena sangat membantu hidup saya di masa pandemi ini," ujarnya.

Pria paruh baya yang seharusnya beristirahat, di kondisi sekarang ini (pandemi Covid-19) terpaksa tetap bekerja untuk mengais rezeki demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya.

"Hari ini saya belum mendapat uang sama sekali. Bahkan kadang sampai satu hari hingga dua Minggu, apa saja saya jual untuk kebutuhan sehari-hari. Pendapatan saya menurun dan tidak pernah pegang uang sama sekali, dengan adanya wabah Corona ini," keluhnya.

Ia berharap, semoga Covid-19 cepat selesai, karena jika tidak bisa terjadi konflik antar teman dikarenakan rebutan muatan. (Tm/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar