Ads

Jumat, 22 Mei 2020

Mei 22, 2020
Pelanggar PSBB


KORANPAGI.NET - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur dan Polda Jawa Timur segel ratusan warung kopi (warkop) serta franchise yang melanggar aturan jam malam saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

"Sudah ratusan warkop serta franchise di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang kami lakukan penindakan dengan menyegel meja kursinya," kata Kepala Satpol PP Jawa Timur, Budi Santosa, Jumat (22/5/2020).

Penertiban PSBB

Penyegelan tersebut dilakukan berdasarkan aturan dari Surat Edaran Gubernur Jatim Nomor 188/1624/013.1/2020 tentang Pengendalian, Pengawasan, dan Penegakan Hukum Dalam Pelaksanaan PSBB di Jatim.

"Siapa pun dilarang membuka garis polisi itu. Kalau sampai membuka atau merusak (segel garis polisi), ranahnya sudah pidana," tegasnya.

Selain menyegel, seperti yang dikutip Antaranews.com, pihaknya dibantu aparat dari Polda Jatim juga melakukan penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Saat ini, sementara tercatat 661 KTP yang ditahan Satpol PP. Dari Satpol PP Gresik menyita 250 KTP, Satpol PP Sidoarjo menyita 260 KTP, dan Satpol Jatim menyita 151 KTP dari wilayah Kota Surabaya.

Selain itu untuk pelanggar jam malam PSBB tahap II yang terdiri dari puluhan remaja dihukum fisik dengan melakukan push up.

"Sebenarnya ini (hukuman push up) hanya sebagai shock theraphy bagi anak-anak muda. Karena hampir setiap malam kita patroli, terutama anak-anak muda ini yang memenuhi warkop-warkop di Surabaya," kata Kasub Subdit Banops COVID-19 Polda Jatim, Kompol Kamran.

Hukuman itu, lanjut Kamran, hanya untuk memberikan efek jera bagi para remaja dan membiasakan lebih disiplin. Hukuman fisik juga untuk melatih kekebalan tubuh anak-anak muda di tengah pandemik COVID-19.

Tak hanya berikan sanksi fisik, perwira menengah polisi dari Bidang TIK Polda Jatim itu juga memberikan nasihat pada para pelanggar.

"Kami berikan nasihat dan sosialisasi tentang bahaya COVID-19. Kami jelaskan juga bahwa penularan COVID sangat cepat sehingga harus diantisipasi menggunakan masker, gunakan hand sanitizer, dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir," katanya. (Ant/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar