Ads

Minggu, 23 Februari 2020

Februari 23, 2020
Gerbang Sekolahan Jatirembe

KORANPAGI.NET
- Pemberian bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bantuan tunai pendidikan anak usia sekolah (6 sampai 21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu disinyalir rentan disalahgunakan. 

Hal ini terjadi di SDN 102 Gresik atau SDN Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, dengan mengumpulkan wali murid di mushola sekolah dan dihadiri Plt Kepala Sekolah SDN Jatirembe, Mochamad Ali Arifin, S.Pd, didampingi salah satu guru SDN Jatirembe, Siti Asiyah, kegiatan sosialisai dan tanda tangan surat pernyataan dibuat oleh pihak sekolah yang seolah-olah telah disetujui wali murid.

Para wali murid ikuti sosialisasi

Dalam pertemuan tersebut Plt Kepala Sekolah, Mochamad Ali Arifin menyampaikan, bahwa pihaknya disini melakukan sosialisasi bantuan beasiswa PIP kepada bapak atau ibu wali murid dan juga meminta kepada bapak atau ibu bila nanti sudah ada pencairan bisa dikembalikan lagi ke pihak sekolah untuk dikelolah kembali dan dibuat kebutuhan siswa-siswi.

"Dalam proses pencairan bantuan beasiswa PIP rata-rata sebesar Rp 450 ribu. Wali murid silahkan menanda tangani surat kuasa yang telah dibuat pihak sekolah dan nanti setelah pencairan di Bank BRI bisa dikembalikan ke pihak sekolah untuk dikelolah. Karena kita lakukan subsidi silang untuk siswa-siswi yang tidak mendapatkan bantuan beasiswa PIP dari pemerintah," ujarnya.

Salah seorang wali murid, Dwi, menanggapi, bahwa adanya sosialisasi beasiswa PIP dari pemerintah yang dilaksanakan sekolah SDN Jatirembe dinilai sangat membantu, namun ia menyayangkan adanya surat kuasa yang dibuat oleh pihak sekolah dan 'seolah-olah' telah disetujui wali murid. Berikut kutipan isi dari surat kuasa tersebut yang bertendensi mengarah pada penyalahgunaan dana PIP (Sebab adanya keperluan tugas yang lain, maka saya tidak dapat sepenuhnya hadir melengkapi administrasi pencairan dan pencairan PIP, maka saya memberikan kuasa kepada Mochamad Ali Arifin, S.Pd).

"Kami sebagai wali murid sempat tanda tanya terkait adanya surat kuasa yang dibuat oleh pihak sekolah, juga terkait pengembalian kembali uang bantuan beasiswa PIP bila sudah cair kepada pihak sekolah, alasannya untuk dikelolah buat kebutuhan siswa-siswi. Pertanyaan saya adalah pemerintah menggaungkan sekolah gratis namun kenapa bantuan beasiswa PIP mau diminta kembali oleh pihak sekolah. Sama saja ini bukan gratis namanya, akan tetapi secara halus menyampaikan kepada wali murid agar mau mengikuti arahan sekolah supaya bantuan PIP bisa dikelola oleh pihak sekolahan," jelasnya.

Kegiatan sosialisasi

Disela-sela pertemuan wali murid selesai, Dwi didatangi oleh guru bernama Siti Asiyah untuk meminta kembali secara paksa surat kuasa bermaterei Rp 6 ribu."Untung saja materei Rp 6 ribu yang ada di surat kuasa masih ada, cuma sobek sedikit saja," katanya. (Yn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar