Ads

Kamis, 27 Februari 2020

Februari 27, 2020
Masduki, M.Kes beri pemaparan Bimtek
KORANPAGI.NET - Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) sarana pelayanan kefarmasian (apotek atau toko obat) adalah salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Liur Kafe dan Resto supaya sarana pelayanan kefarmasian sesuai standar Permenkes Nomor 73 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek, Kamis (27/2/2020).

Tujuan diadakannya bimbingan teknis, untuk Menjamin keabsahan dan mutu sediaan farmasi dan Perbekalan kesehatan. Sediaan farmasi dan Perbekalan kesehatan yang sampai ke konsumen  adalah sediaan yang aman, bermutu dan berkhasiat dapat  digunakan sesuai indikasi dan peruntukannya . 

Peserta Bimtek
Kegiatan ini dihadiri 82 penanggung jawab dan toko obat. Sebagai narasumber yakni Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinas Kesehatan, Masduki, M.Kes, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian  Penyaki, Ana Septi Saripah, S.KM, dan Hasil pengawasan di sarana apotik dan toko obat, Dias. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono, melalui Kasi Farmasi dan Perbekalan, Masduki, M.Kes, memberikan paparan kepada peserta bahwa adanya Bimtek, mencegah diversi (perpindah) produk obat terutama Napza (narkotika psikotropika dan zat adiktif lainya), tidak keluar ke jalur ilegal, demikian juga sebaliknya dari jalur llegal ke jalur legal.

"Mencegah distribusi obat daftar G (obat keras) ke toko obat atau perorangan yang tidak berhak, Mencegah perilaku penambahan BKO (bahan kimia obat) dalam depot atau kedai jamu, serta 
Memotong mata rantai pendistribusian sediaan farmasi dan perbekes illegal," jelas Masduki. 

Foto bersama Dinkes dan peserta Bimtek

Melalui Bimtek, aspek legalitas pengawasan obat, cara distribusi obat yang baik, standar pelayanan di apotik dan toko obat, teknik komunikasi dan dilaksanakannya praktek kerja lapangan, diharapkan peserta bisa memahami tentang cara distribusi obat yang baik. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar