Ads

Senin, 24 Februari 2020

Februari 24, 2020
Gedung Reskrim Polrestabes Surabaya

KORANPAGI.NET
- Merasa tidak mendapat kepastian hukum oleh Polrestabes Surabaya, dalam hal ini Unit Pidana Ekonomi, kuasa hukum pelapor dalam kasus pencurian berkas (file) perusahaan menilai penyidik kurang cermat dalam mengemban tugasnnya. Satu tahun perkara tersebut "Ngambang" tanpa ada kejelasan sesuai KUHAP yang berlaku, Senin (24/2/2020).

Melalui pengacara pelapor, Advokat Kukuh Priyo Prayitno, SH, menilai penyidik Unit Pidana Ekonomi (Pidek) Polrestabes Surabaya tidak profesional dalam menangani perkara kliennya (pelapor).

Kasus pelimpahan dari Polda Jatim tanggal 7 Januari 2019 sampai saat ini masih di meja penyidik, serta pihak pelapor mengungkapkan tidak pernah menerima hasil gelar perkara tersebut dari penyidik. Ironisnya lagi, pihak pelapor menerima kabar bahwa perkaranya akan diberhentikan penyidikannya (SP3).

"Dengan begitu kami sebagai pihak pelapor menilai adanya ketidakcermatan penyidik dalam perkara ini, diantaranya penyidik mengabaikan pasal-pasal lain yang dilaporkan pelapor ke Polda Jatim, hanya menitikberatkan ke satu pasal saja, sehingga penyidik berkesimpulan akan melakukan SP3 terhadap laporan ini," jelas Advokat Peradi tersebut.

Ditambahkan pula, harusnya penyidik jeli dalam hal melihat latar belakang pengambilan berkas atau file perusahaan cabang, yang saat itu menjadi tanggung jawab kliennya.

"Menurut kami, penyidik kurang paham tentang aturan hukum Perseroan Terbatas (PT), yang khususnya Perusahaan Kena Pajak (PKP)," lanjut Kukuh.

Meski beberapa kali meminta informasi tentang perkembangan penyidikan selanjutnya, namun tetap saja tidak ada satu kepastian tentang waktu baik pemanggilan terkait terlapor lainnya mau pun gelar perkara dari penyidikan kasus ini.

"Sampai sekarang mana ada hasil perkembangan penyidikan selanjutnya, malah penyidiknya 'ujug-ujug' bilang sudah mengajukan SP3 untuk kasus ini. Proses hukum macam apa kalau KUHAP nya tidak dijalankan seperti ini," tandasnya.

Karenanya, tim kuasa hukum pelapor terpaksa mengambil langkah pengaduan ke Propam terkait hal ini, demi mendapatkan keadilan hukum untuk kliennya.

KRONOLOGI

Pada tanggal 2 Januari 2019, pelapor yang pada waktu itu merupakan mantan direktur cabang di sebuah perusahaan yang beralamat di Jalan Baliwerti, Surabaya, melaporkan adanya dugaan tindak pidana pencurian berkas file perusahaan dan atau perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh terlapor dan kawan-kawan (dkk) ke Polda Jatim dengan Nomor Laporan Polisi LPB/03/I/2019/UM/JATIM. (Hn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar