Ads

Senin, 24 Februari 2020

Februari 24, 2020
1
Eks Lokalisasi Kaliwungu

KORANPAGI.NET
- Dalam rangka menciptakan wilayah Tulungagung Bersinar (Bersih Narkoba), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK)  Tulungagung melakukan pemetaan di kawasan brantas eks Lokalisasi Kaliwungu, Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Kedatangan BNN  disambut baik oleh pengurus eks lokalisasi dan Babinsa setempat, Senin (24/2/2020).

Sidak yang dilakukan BNNK Tulungagung hari ini adalah, dikarenakan kawasan eks Lokalisasi Kaliwungu berpotensi bisa disalahgunakan sebagai tempat untuk penyalahgunaan peredaran gelap narkoba.  Sebanyak 58 pengusaha kafe dan karaoke di kawasan eks Lokalisasi Kaliwungu pasca penutupan, mengalami penurunan omset, karena sepi tamu. 

Sidak BNNK Tulungagung

Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Sudirman, M.Sc, menyampaikan, kekawatirannya dan berharap penghuni eks lokalisasi tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Kami akan merencanakan langkah langkah antisiasi terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui program yaitu diseminasi informasi P4GN kepada pengelola dan penghuni  eks Lokalisasi Kaliwungu. Pemasangan himbauan anti narkoba melalui media luar ruang seperti pemasangan spanduk,  baleho, setiker, leaflet dan panflet," tuturnya.

Ketua pengurus kawasan eks Lokalisasi  Kaliwungu, Dwi Santoso mengatakan, kedatangan BNN ke Kaliwungu merupakan bentuk perhatian pemerintah, sekaligus  pertemuan awal untuk memberi dukungan positif kepada penghuni di lokalisasi tersebut.

"Semua wisma disini berubah fungsi dan tidak ada esek-esek. Mereka membuka usaha warung kopi, warung makan dan tempat karaoke," ungkapnya.

BNNK Tulungagung kunjungi salah satu wisna

Kebijakan penutupan lokalisasi, menurutnya menyebabkan kehilangan kontak banyak teman, karena mereka tersebar di banyak tempat.

"Di sini sudah sepi pengunjung, otomatis pemasukan berkurang, sedangkan  ekonomi semakin sulit. Lokasi yang diduga rawan ini bisa memiliki kegiatan yang menghasilkan serta produktif tanpa narkoba, karena ini merupakan lanjutan dari program Bersinar dari BNN," terang Dwi Santoso. 

Perlunya pengondisian wilayah eks Lokalisasi Kaliwungu menjadi kawasan bersinar, BNNK Tulungagung menghimbau para pengelola dan penghuni eks lokalisasi menjadi paham dan terpapar tentang  bahaya dan dampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.  

Penghuni kawasan eks lokalisasi juga mendapat kunjungan dari kepala BNNK Tulungagung didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Tri Arief Praharanto. Mereka peduli untuk berperan, serta aktif sebagai penggiat anti narkoba secara mandiri. Langkah selanjutnya adalah mengagendakan kegiatan pemberdayaan masyarakat anti narkoba secara berlanjut dan berkesinambungan. (Gusty Indh)

1 komentar: