Ads

Minggu, 27 Oktober 2019

Oktober 27, 2019

KORANPAGI.NET - Workshop 'gratis' batik canting yang digelar Surabaya Musik Time (SMT) dengan Warung Rakyat Kahuripan (WRK) di Jalan Penataran No.17, Surabaya, menuai antusias masyarakat. Disamping pengetahuan proses pembuatan batik, peserta diajarkan mendesain dan mewarnai batik sesuai keinginan, Minggu (27/10/2019).

Hari terakhir dari rentetan kegiatan yang digelar SMT dan WRK dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini, sesuai dengan tema 'Karyamu Wujud Nyata Masa Depanmu', pelatihan membatik menggunakan canting rupanya banyak diminati masyarakat Surabaya.


Panitia pelaksana, Arul Lamandau mengatakan, minimnya informasi kegiatan dirasa menjadi faktor utama masyarakat terlambat mengikuti pelatihan membatik.

"Sebenarnya banyak masyarakat yang antusias mengikuti pelatihan membatik dengan canting ini. begitu acara kami mulai, di tengah kegiatan saya banyak menerima baik telepon mau pun pesan singkat yang menanyakan Workshop ini, mereka antusias untuk ikut, tapi sayang acara sudah akan selesai. Malah ada juga beberapa yang sempat datang tapi sudah terlambat, kan kasihan, akhirnya mereka hanya bisa melihat saja," katanya.

"Sebelumnya kami mohon maaf kepada masyarakat yang telat atau gagal mengikuti pelatihan membatik ini, dan kami juga tidak menduga peminatnya bakal seantusias ini. Insya'Allah kami akan menggelar workshop yang sama lagi di sini dengan pemberitahuan yang lebih jauh dari waktu pelaksanaan," sambungnya.


Dari pantauan Koran Pagi, peserta workshop batik ini mencapai puluhan peserta. Meski acara sedikit molor, pukul 10.00 WIB, namun terbilang sukses dan selesai pada pukul 14.00 WIB.

Sri Sefri Martharela, S.Sn, selaku narasumber pada Workshop batik ini mengungkapkan, di Surabaya ini memang jarang ada pelatihan mengenai batik.

"Yang pertama saya salut dan berterimakasih kepada pihak pelaksana atau panitia, karena selama ini proses pembuatan atau pengetahuan tentang batik bagi masyarakat di Surabaya tidak begitu banyak, khususnya pemuda pemudi. Karena itu momen dan konsep acara yang digelar WRK dan SMT saya rasa sudah tepat, menyemangati pemuda pemudi untuk terus berkarya atau berbuat yang positif. Semoga kegiatan-kegiatan tentang karya seni seperti ini terus ada," ujarnya.


Dengan bekal selembar kain putih sebagai medianya, para peserta terlihat berkonsentrasi dan bersemangat dalam mencanting. Lebih senang lagi ketika hasil karyanya sudah diwarnai atau jadi, ada yang sampai tidak menduga bahwa batik yang indah itu merupakan hasil karya cantingnya. (Mn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar