Ads

Jumat, 04 Oktober 2019

Oktober 04, 2019
Kepala KUA Rejotangan, Drs H Ahmad Tadkir, MH

KORANPAGI.NET
- Memasuki bulan Oktober atau dalam hitungan Jawa disebut 'Shafar 1441 H', merupakan musim pernikahan (mantenan) bagi kepercayaan adat Jawa. Banyak pasangan remaja mendaftarkan diri ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, bagi warga miskin gratis sesuai PP Nomor 19 tahun 2015, Jumat (4/10/2019).

Kepala KUA Kecamatan Rejotangan, Drs H Ahmad Tadkir, MH, menyampaikan, berdasarkan catatan di kantor KUA, ada 25 pasangan calon pengantin yang sudah mendaftar sejak bulan September dan pelaksanaannya pada bulan Oktober, pendaftar lebih banyak ketimbang bulan Syawal. Hal itu lantaran banyak orang tua berharap anaknya bisa menikah di bulan Shafar.

"Bulan ini adalah bulan baik untuk melangsungkan pernikahan, apalagi jumlah desa di wilayah Rejotangan ada 16 desa, tentu kami harus melayani dengan baik. Pasangan yang tercatat didominasi pasangan muda dan cukup umur, terdapat pula pasangan berusia 60 tahun. Pelaksanaan ijab kabul ada yang minta di kantor, ada juga yang minta diijabkan di rumah, kami mengikuti keinginan mereka," terang Drs H Ahmad Tadkir, MH.

Untuk biaya menikah di KUA beserta penghulu gratis alias tidak dipungut biaya, hal ini berlaku di jam kerja atau hari Senin sampai Jumat mulai pukul 07.30 WIB sampai 16.00 WIB. Pendaftar mengikuti prosedur dari KUA. 

Berbeda lagi dengan pasangan yang ingin menikah di KUA pada hari Sabtu atau hari Minggu, dikenai biaya Rp 600 ribu, karena biaya tersebut masuk ke kas negara. (Gusty)

0 komentar:

Posting Komentar