Ads

Senin, 07 Oktober 2019

Oktober 07, 2019

KORANPAGI.NET - Di Surabaya, kaki tangan atau budak narkoba sudah menyasar ke tingkat pelajar. Hal ini terbukti dari pengungkapan kasus narkoba oleh Polsek Tegalsari, dimana kurir sabu ini merupakan jaringan Lapas Madiun, seorang pelajar yang tinggal di Jalan Banyu Urip Surabaya, Senin (7/10/2019).


Polsek Tegalsari saat gelar ungkap kasus narkoba

Hal ini disamapaikan Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Aditama, didampingi Kanit Reskrim, IPTU Kennardi menerangkan, bahwa Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari benar telah meringkus seorang pelajar SMA yang menjadi kurir jaringan Lapas Madiun  berinisial MS (17), warga Jalan Banyu Urip, Surabaya.

"Proses ungkap narkoba ini berkat adanya informasi masyarakat, dan langsung kami perintahkan Kanit Reskrim, kemudian melakukan proses lidik lapangan sehingga berhasil meringkus MS pada Sabtu (21/9/2019) kemarin, sekira pukul 19.00 WIB, di TKP Jalan Kupang Krajan VI, Surabaya," ungkap Kompol Rendy.

Setelah berhasil diringkus, tersangka MS mengakui sudah sebulan mengedarkan sabu. Kemudian, dari keterangan tersangka tersebut, Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari melakukan pengembangan hingga dapat diamankan pelanggan tetapnya bernama YD (19), warga Jalan Banyu Urip Kidul Surabaya, M N (19), warga Jalan Kupang Praupan Surabaya, IA (19), warga Jalan Kupang Gunung Surabaya, juga AL (34), warga Jalan Kupang Praupan Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Kennardi menambahkan, modus yang dilakukan pengedar yang masih pelajar ini adalah menjadi perantara mengedarkan mau pun menjual narkotika jenis sabu dari seseorang yang biasa dipanggil Kancil, kini telah ditetapkan DPO dan tersangka MS mengaku mendapatkan upah sebesar Rp 50 ribu per klip sabu.

"Ketika dilakukan pengembangan, anggota kami berhasil meringkus 4 pelaku lainnya YD, MN, IA, Al di TKP Jalan Kupang Praupan, Surabaya, saat sedang berkumpul bersama. Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan dari YD didapat 2 klip plastik berisi sabu seberat 0.37 gram dan 0.46 gram yang didapatkan dari seseorang bernama SG (DPO)," jelas Iptu Kennardi.

"Pengakuan YD, SG berada di Lapas Madiun, YD sendiri mendapatkan keuntungan sebesar Rp 250 ribu," lanjutnya.

Sementara, tersangka lainnya MN, IA, dan Al didapatkan perlengkapan alat sabu. Saat itu, MS hendak mengirimkan paket sabu sebanyak satu poket ke pelaku lainnya yang juga diamankan, dan tersangka MS sendiri dihadapan penyidik mengakui jika dirinya juga kurir jaringan Lapas Madiun. Karena kecanduan Game Olnine Mobile Legend (ML). Uang hasil menjual sabu selalu dibuatnya untuk membeli paket atau kuota ponsel. (Dw/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar