Ads

Jumat, 11 Oktober 2019

Oktober 11, 2019

Pengadilan Negeri Sungailiat, Bangka Belitung.

KORANPAGI.NET
- Sidang Perseteruan mantan suami istri terkait kasus pencurian terus berlanjut. Dirujuk dari pemberitaan di berbagai media online di wilayah Bangka Belitung, terkait kasus perkara pencurian dalam rumah tangga Drg Susilawati dan Edwin Tjin alias Hengki pada Senin (7/10/2019) kemarin, kembali digelar di Pengadilan Negeri Sungailiat, Bangka Belitung, dengan laporan perkara baru.

Perkara itu terfocus pada Susilawati alias Ella mantan asisten Drg Susilawati atas keterangannya yang menyatakan bahwa kesaksian dirinya pada sidang terdahulu adalah palsu. Kini Ella tengah jalani sidang tuntutan perkara Kesaksian Palsu sebagai terdakwa dan dinyatakan melanggar Pasal 242 ayat 1 KUHP tentang keterangan palsu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mila Karmila di  Pengadilan Negeri Sungailiat, Bangka.

Perkara ini bermula dari keterangan Ella yang menyatakan kesaksiannya dalam persidangan perkara Pencurian Dalam Rumah Tangga dengan terdakwanya Hengki, adalah palsu saat di depan Majelis Hakim dalam persidangan perkara pencurian dalam rumah tangga dengan terdakwa Hengki. Ella yang merupakan salah satu saksi fakta beberkan apa yang ia lihat saat kejadian terjadi. 

Dari catatan perkara tindak pidana pencurian dalam keluarga yang telah inkrah memutuskan terdakwa Hengki bersalah - MA No: 397 K/PID/ 2016 tertanggal 15 Januari 2016 jo Putusan PN Sungailiat No: 593/Pid.B/2015/PN. Sgl tertanggal 17 Desember 2015, menyatakan bahwa kejadian perkara pencurian dalam rumah tangga dengan terdakwa Hengki disaksikan oleh Ella, Rokhanah, juga rekaman CCTV.

Ella beri kesaksian bahwa saat awal kejadian perkara beberapa tahun silam, Hengki datang bersama kawannya kerumah majikannya (Susi). Kemudian Hengki masuk ke kamar Susi dan membuka brankas lalu mengambil beberapa surat berharga dan beberapa emas batangan.

Adapun Susi yang sedang berada di Jakarta mengetahui kejadian tersebut setelah dikabarkan oleh Ella dan Rokhanah via telpon dan SMS. Mendapat kabar itu Susi perintahkan Ella segera lapor ke kantor polisi, dan setelah tiba di kantor polisi setempat, laporan Ella ditolak dan petugas sarankan korbannya langsung yang datang laporkan kejadian.

Setibanya di Bangka, Susi laporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, hingga akhirnya masuk ke persidangan PN. Sungailiat. Sidang pun berproses hingga akhirnya diputuskan oleh Majelis Hakim PN. Sungailiat bahwa terdakwa Hengki terbukti bersalah dalam melakukan pencurian dalam rumah tangga.

Tak disangka oleh pihak Susi, Ella kemudian membantah beberapa  kesaksiannya yang pernah disampaikannya di depan persidangan pencurian dengan terdakwa Hengki. Pernyataan Kesaksian Ella disidang awal itu dibantah sendiri oleh Ella kemudian Ella pun keluarkan pernyataan tertulis terkait keterangan palsu tersebut.

Pernyataan palsu Ella tersebut kemudian dilaporkan Hengki ke kepolisian setempat. Kemudian laporan Hengki diproses hingga akhirnya berlanjut ke persidangan di PN Sungailiat dalam perkara Kesaksian Palsu dengan terdakwa Susilawati alias Ella.

Terkait pernyataan kesaksian palsu Ella tersebut, Drg Susi keluarkan pernyataan tertulis sebagai hak jawabnya atas pemberitaan yang diterbitkan pada Selasa 2 Oktober 2019 terkait keterangan terdakwa Ella di persidangan Senin 1 Oktober 2019 dalam agenda pemeriksaan terdakwa.

Menurut Susi, sebelum pemeriksaan terhadap terdakwa Ella mantan asistennya, dirinya telah diambil keterangan terlebih dahulu di muka sidang sebagai saksi pada 24 September 2019. Sedangkan perkara dengan terdakwa Ela ini mulai disidangkan sejak tanggal 3 September 2019, dengan nomor 245/Pid. B/2019/PN. Sgl yang disidangkan PN Sungailiat mempunyai korelasi pada perkara tindak pidana pencurian dalam keluarga yang telah inkrah berdasarkan putusan MA No: 397 K/PID/ 2016 tertanggal 15 Januari 2016 jo Putusan PN Sungailiat No: 593/Pid.B/2015/PN. Sgl tertanggal 17 Desember 2015. Terdakwa Hengki dalam kasus itu dijatuhi hukuman dua bulan penjara.

Sedangkan terhadap keterangan terdakwa Ella di persidangan, disebutkan Susi bahwa terdakwa mengakui berkali-kali (lebih dari tiga kali) didatangi Saksi Pelapor (Edwin Tjin Als Hengki) di rumah terdakwa (Ella) untuk membuat surat pernyataan. Lalu terdakwa dan saksi pelapor ada membuat perjanjian perdamaian yang pada pokoknya saksi pelapor tidak akan melibatkan terdakwa dalam permasalahan hukumnya dengan Saksi Drg Susylawati akan tetapi nyatanya saksi pelapor membuat laporan polisi terhadap terdakwa.

Terdakwa juga, menurut Drg Susi, telah menyampaikan atas inisiatifnya sendiri pernah mendatangi Drg Susi di tempat prakteknya meminta maaf dan menyampaikan diminta saksi pelapor membuat surat pernyataan guna kepentingan peninjauan kembali (PK) dan memulihkan harkat dan nama baik saksi pelapor serta membuat perjanjian perdamaian.

Tidak hanya itu, terdakwa kesaksian palsu (Ella) dalam persidangan menyampaikan bahwa orang yang datang (saksi pelapor) di tempat praktek sama dengan orang yang terlihat pada CCTV. Terdakwa juga oleh ketua majelis hakim dianggap ngawur dan plin-plan dalam memberikan keterangan karena tidak focus dalam mendengarkan dan memberikan keterangan atas pertanyaan majelis hakim. Juga terhadap surat pernyataan yang dibuat terdakwa atas permintaan saksi pelapor yang oleh ketua majelis diperlihatkan dan diperintahkan untuk dibacakan terdakwa di hadapan persidangan, selanjutnya terdakwa mengakui tidak mengetahui berkas apa yang dititipkan oleh saksi Drg Susylawati karena yang bersangkutan hanya menerima dan selanjutnya menyimpan dalam laci meja di rumah terdakwa tanpa pernah melihat berkas, juga perhiasan emas apa yang dijual oleh Drg Susi.

Terkait permasalahan ini, dirinya membantah jika disebutkan menjadi aktor yang memerintahkan terdakwa (Ella) memberikan keterangan palsu, dan merupakan fakta hukum dalam rangkaian peristiwa pencurian dalam keluarga.

“Berdasarkan cerita dari terdakwa yang menghubungi saya langsung yang pada saat kejadian berada di Jakarta melalui telepon maupun sms, sehingga sangat tidak masuk diakal apabila terdakwa memberikan keterangan bahwa sayalah yang memerintahkan agar terdakwa mengatakan melihat kantong sak celana Hengki menggelembung, kontras dengan keterangan terdakwa sendiri dalam putusan PN Sungailiat tanggal 17 Desember 2015 halaman 13,” terang Drg Susi dalam keterangan tertulisnya. (Pt/Rpb/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar