Ads

Kamis, 17 Oktober 2019

Oktober 17, 2019
Pameran "Batik Kesayangan"
KORANPAGI.NET - House of Sampoerna bersama Komunitas Batik Jawa Timur (Kibas) Gelar Pameran bertajuk 'Batik Kesayangan' di Galeri Paviliun, Jalan Sampoerna, Surabaya. Kali ini beberapa kain batik dipertontonkan bukan hanya visual motifnya yang unik, namun juga batik-batik itu bercerita, Kamis (17/0/2019) malam.

Dengan menggandeng 30 kolektor dari berbagai daerah, pameran tersebut menerangkan tentang makna batik dan kisah menarik bagi pemiliknya. Pameran Batik Kesayangan ini diselenggarakan pada tanggal 17 Oktober sampai 27 Oktober 2019.

Memang tampak berbeda dengan sebelumnya, pada gelaran ini Kibas tidak hanya membahas tentang teknik pembuatan dan ragam motif batik, namun lebih mengenai sejarah di balik batik yang dipamerkannya, sehingga menjadi harta atau kesayangan bagi pemiliknya.

Pameran "Batik Kesayangan"
Sejak pertama kali bekerjasama dengan Kibas pada tahun 2010, Galeri Paviliun House of Sampoerna juga tidak berhenti mengedukasi masyarakat luas tentang berbagai ragam dan motif batik di Jawa Timur. Gelaran yang sekaligus menandai 10 tahun perjalanan Kibas ini, diharapkan dapat menunjukkan nilai lebih selain dari nilai ekonomis batik itu sendiri. Latar belakang kepemilikan koleksi menjadi lebih berharga bagi para kolektor.


"Makna dari tema pameran ini bahwa setiap batik yang dipajang mempunyai cerita tentang perasaan 'kesayangan' dari pemilik batik, karena itu kami mengambil tema Batik Kesayangan," kata Ketua Kibas, Lintu Tulistyantoro.

Pameran "Batik Kesayangan"


Sepuluh tahun perjalanan, sambungnya, Kibas telah mengibas Nusantara dengan batik tulis sebagai warisan budaya serta masa depan bangsa. 

"Tujuan kami gelar acara ini supaya masyarakat tahu bahwa batik itu bukan hanya motif dan warna saja, namun batik memiliki arti khusus, misalnya dibalik batik-batik ini menyimpan cerita atau sejarah tersendiri bagi pemilik atau kolektornya. Intinya batik tidak bisa dilihat secara visual saja," lanjut Lintu.

Sama halnya yang disampaikan Chusnul, seorang kolektor batik di Surabaya, pada setiap daerah di Indonesia memang banyak pengrajin batik, namun ada beberapa pembuat batik di daerah-daerah yang memiliki ciri khas.

"Kain batik itu memang unik, kelihatannya remeh, tapi bagi yang mengerti ciri batik yang khas di setiap daerah pasti mengagumi. Salah satunya yakni batik yang memiliki ciri khas aroma, karena itu, banyak makna batik yang menjadikannya sebuah kain dengan keunikan tersendiri," jelas pria yang tinggal di Jalan Manukan Surabaya.

Pengurus Kibas
Manager House of Sampoerna, Rani Angraini menuturkan, bahwa dari gelaran pameran batik yang pernah dilakukan Kibas, pameran kali ini memiliki nilai berbeda.

"Sebelumnya sudah sering Kibas menggelar pameran di sini, namun kali ini pameran batik dikonsep berbeda. Semoga bisa mendorong masyarakat untuk lebih melestarikan batik sebagai warisan budaya," kata Manager House of Sampoerna.

Hiburan Kroncong Srikandi
Usai acara potong tumpeng berlangsung, seluruh anggota Kibas dan pengunjung mencicipi sajian yang sudah disiapkan serta menikmati alunan musik keroncong yang dibawakan oleh Keroncong Srikandi, makin mengharmoniskan suasana malam itu. (Al/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar