Ads

Senin, 07 Oktober 2019

Oktober 07, 2019
KORANPAGI.NET - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung mengimbau masyarakat Tulungagung agar berhati-hati mengonsumsi makanan. Disinyalir adanya peredaran narkoba yang marak terjadi saat ini, dimana telah ditemukan sabu yang terkemas plastik dalam daging di makanan jenis rendang yang beredar baru-baru ini, Senin (7/10/2019).

Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Tulungagung, Drs Tri Arief Praharanto, S.Kom, MM.

Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, AKBP Sudirman, M.Sc, melalui bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat Drs Tri Arief Praharanto, S.Kom, MM, memaparkan, makanan berbahaya seperti kasus rendang, pada saat tertentu BNN akan melakukan operasi gabungan termasuk mengajak Dinas Kesehatan ke warung makanan dan pasar tempat penjualan makanan.

"Ganja tidak dilegalkan di Indonesia, berdasarkan para ahli kesehatan Indonesia  bahwa ganja tidak digunakan untuk pengobatan. Meski di beberapa negara lain ganja dilegalkan, seperti Negara Belanda dan Amerika. Di Amerika selama ini terdapat kafe-kafe ganja," katanya.

Jangan sampai di Indonesia, sambungnya, ada kaffe ganja, karena hal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009.

"Untuk Kabupaten Tulungagung, melihat banyaknya kafe karaoke dan warkop, BNN Tulungagung akan terus monitor untuk antisipasi agar narkoba jangan beredar di tempat tersebut," ungkapnya.

Perangi narkoba, dengan obat-obatan terlarang justru membuat kehidupan akan  lebih buruk. Narkoba akan membuat pemakainya kecanduan dan merusak fungsi tubuh. Narkoba selalu dijadikan pelarian ketika seseorang menginginkan kesenangan, karena itu jauhi narkoba. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar