Ads

Minggu, 22 September 2019

September 22, 2019
KORANPAGI.NET - Sekolah musik gratis inisiatif arek Pacarkeling, Surabaya, ini sudah 10 tahun berjalan dan banyak telorkan siswa-siswi berprestasi. Bertempat di Jalan Penataran 17, 'Surabaya Musik Time' kini memiliki 45 siswa, Minggu (22/9/2019).

Arul (berdiri) saat memberi pelatihan ke anak didiknya

Awalnya, menurut cerita sang inisiator yakni Arul Lamandau, Surabaya Musik Time berdiri sejak tahun 2009 di Surabaya.

"Surabaya Musik Time ini saya bentuk mulai 2 Mei 2009. Dulu tempat untuk latihan masih berpindah-pindah dari taman ke taman Kota Surabaya. Saya buka sekolah musik gratis ini karena saya memiliki motivasi, yang pertama ingin berbagi ilmu, dan kedua saya punya pendapat bahwa tidak semua bakat bermusik itu dari kalangan atas. Alhamdulillah, sekarang sudah banyak siswa saya yang sukses berprestasi," ungkap Arul ditengah kegiatannya melatih murid-muridnya, Minggu (22/9/2019).

Siswa yang aktif, sambung Arul, sekarang ini mencapai puluhan yang mayoritas masih duduk di bangku sekolah. Alat musik yang diajarkan juga beragam, ada alat musik gesek (biola), petik (gitar), tiup dan pukul seperti jimbe dan kajoon.

"Untuk saat ini ada 45 siswa yang aktif, tapi saya tidak membatasi, artinya siapa saja yang mau bergabung untuk latihan musik monggo (silahkan), saya terima. Jadwal latihan setiap Minggu sore pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, kecuali kalau ada agenda akan tampil, bisa lebih lama lagi latihannya," kata Arul.

Dari pantauan Koran Pagi dilokasi latihan, tampak para orang tua siswa yang datang untuk melihat dan menunggu putra-putrinya mengikuti latihan musik di Surabaya Musik Time.

Para orang tua siswa merasa terbantu dengan adanya Surabaya Musik Time di kota ini. Seperti yang dituturkan Bagus, warga Jalan Jojoran yang sudah satu tahun lebih putranya mengikuti latihan gitar di Surabaya Musik Time.

"Program ini bagus sekali, saya setuju, khususnya untuk generasi muda Surabaya. Saya salut kepada mas Arul yang dengan sabar mendidik putra saya, sehingga mampu mengembangkan bakat bermusiknya," terangnya.

Senada, Irawan, warga Jalan Nyamplungan, Kelurahan Ampel, Surabaya, merasa bangga lantaran putra putrinya mampu mengembangkan bakat bermusiknya hingga tampil di beberapa acara.

"Dua anak saya sudah dua tahun ini latihan gitar dan biola di Surabaya Musik Time. Bahkan sudah sering tampil pada acara di Mall, Kodan dan Tugu Pahlawan. Mas Arul sangat baik dalam melatih anak didiknya, dia sabar, tidak pernah marah kalau ada muridnya yang keliru dalam berlatih," tambah Irawan.

Begitu juga orang tua Mentari, ia berterimaksih atas adanya Surabaya Musik Time. Menurutnya, sekolah musik tersebut menunjang bakat putrinya yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar.

"Senang rasanya sekarang Mentari (putrinya) bisa mengembangkan bakatnya bermain biola. Memang sejak dulu Mentari ingin bisa bermain biola, adanya Surabaya Musik Time ini benar-benar sangat membantu, terimakasih mas Arul," pungkas Panti, warga Jalan Kedungtarukan, Surabaya.

Keberadaan Surabaya Musik Time, bisa dikatakan merupakan salah satu wadah potensi di Surabaya, khususnya pada generasi mudah dalam mengembangkan bakat bermusiknya, serta menciptakan bibit-bibit musisi berprestasi. (Snd)

0 komentar:

Posting Komentar