Ads

Jumat, 14 Juni 2019

Juni 14, 2019
KORANPAGI.NET - Hanya karena jarak rumah dan sekolahan yang dituju kalah dekat dengan peserta didik yang lain, bisa gagal masuk sekolah negeri. Orang tua keluhkan aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi yang terkesan tidak adil, Jumat (14/6/2019).


Diterapkannya aturan Permendikbud 51/2018 tentang (PPDB) zonasi oleh pemerintah Kabupaten Sidoarjo, rupanya hal ini menjadi masalah bagi orang tua, khususnya yang hendak mendaftarkan sekolah anaknya.

Salah satunya Siska, warga Trosobo yang hendak mendaftarkan putranya ke SMPN 3 Krian. Setelah melalui alur pendaftaran yang dirasa membuang banyak waktu, ia sedih lantaran putranya tetap tidak bisa masuk di sekolahan yang diinginkan yakni SMPN 3 Krian.

"Sebagai orang tua, jujur saya tidak setuju dengan aturan PPDB zonasi ini, hanya karena faktor jarak rumah saya kalah dekat dengan sekolahan (SMPN 3) anak saya harus kecewa karena tidak bisa masuk di sekolahan yang selama ini diidamkan. Padahal nilai ujiannya sudah memuaskan, belum lagi proses daftarnya yang buang banyak waktu," Keluh Siska, Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, dengan diberlakukannya aturan PPDB zonasi, secara tidak langsung dapat memicu siswa untuk tidak memprioritaskan belajar, karena nilai ujian sudah tidak berpengaruh lagi.

"Sekarang nilai ujian sudah tidak berpengaruh sama sekali, karena meskipun nilainya bagus, tidak menjamin peserta didik bisa masuk sekolahan negeri. Seandainya anak saya tidak bisa masuk negeri karena faktor nilai, saya bisa legowo," tambahnya.

SKTM dan anak tenaga pendidik atau guru, juga diterapkan sebagai prioritas tambahan untuk dapat masuk di sekolahan negeri.

Sampai berita ini dimuat, Kadis Dikbud Sidoarjo, Drs Ec Asrofi, MM, MH, belum merespon saat dikonfirmasi via Handphone terkait banyaknya keluhan masyarakan soal PPDB zonasi di Kabupaten Sidoarjo. (Yud/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar