Ads

Senin, 13 Mei 2019

Mei 13, 2019
KORANPAGI.NET - Yoso (45), warga Jalan Igusti Ngurah Rai 6, RT 4 RW 02, Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, sangat membutuhkan uluran tangan untuk biaya pengobatan diabetes kronis yang dideritanya sejak 9 tahun lalu dan dalam satu bulan terakhir ini, kondisinya semakin parah, Senin (13/5/2019).

Kondisi Yoso saat duduk dan menahan sakit di kakinya

Dengan hidup sederhana bersama keluarga kecilnya, Yoso dan istrinya, Yuli (38), tinggal di sebuah kontrakan mungil, yang ia sewa setahunnya Rp 500 ribu bertahan hidup dengan membesarkan ke dua anaknya yang masih kecil. Semenjak Yoso sakit, Yuli sang istri lah yang bekerja mencari nafkah  sebagai pembantu rumah tangga, karena suaminya sering kambuh dan harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit. 

Pandangan yang kabur, sering pusing, badan lemas, nafsu makan berkurang, apa lagi buat jalan memakai alat bantu, membuat Yuli menjadi jarang masuk kerja.

"Saya setiap hari merawat, ya suami ya anak saya. Yang pertama sudah SMP kelas 1 dan yang ke dua baru setahun ini. Suami tidak saya mandikan, takut mengenai lukanya, cukup saya seko (usap dengan air) badannya dengan handuk kecil, karena badannya untuk jalan susah dan sakit semua," tutur Yuli.

"Saya berharap ada bantuan untuk keluarga saya, karena saya sudah tidak bekerja lagi, kadang ya pinjam sana sini dulu, ada tetangga atau saudara bisa membantu. Kalau ada uang ya berobat kalau tidak ada ya tidak berobat, bagaimana lagi, untuk makan saja susah," tambah Yuli sambil menitikkan air mata.

Rumah sederhana tempat tinggal Yoso

Semenjak satu bulan terakhir, Yoso yang didiagnosa dokter terkena diabetes, berawal dari luka kecil di kaki kirinya hingga lelaki yang tekun bekerja serabutan  ini tidak lagi mampu untuk tegak berdiri. Dari ujung kakinya sudah mulai membusuk, bahkan beberapa tetangganya mungkin tidak mau lagi menjenguk ke rumah Yoso karena tidak tahan dengan semerbak yang keluar dari luka kaki yang menyebar ke seluruh ruangan rumah.

Kepala Kelurahan Bago Drs Priyogi Rudy H saat di temui Koran Pagi di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya terus berupaya serta berharap ada dermawan yang berkenan membantu Yoso,"Untuk warga saya yang bernama pak Yoso, kelurahan sendiri sudah membantu dan mempunyai kewenangan mengeluarkan surat keterangan tidak mampu pada pihak Rumah Sakit, agar warga kami dibebaskan dari biaya perawatan selama di Rumah Sakit. Kemarin sempat opname dan minta SKTM. Saya hanya berpesan untuk lingkungan sekitar bisa memaklumi kondisi pak Yoso saat ini, setidaknya membantu bisa makan setiap harinya. Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait pak Yoso," jelas Kepala Kelurahan.

Di tambahkan lagi, program bantuan di kelurahan hanya diperuntukan sebagai bantuan pembangunan,"Terkait pak Yoso, mungkin akan mendapat bantuan dari Kabupaten, karena kelurahan tidak mempunyai program bantuan untuk warga yang tidak mampu. Untuk kemiskinan di Kelurahan Bago, pemerintah hanya membantu warga kurang mampu seperti bedah rumah dan sanitasi beberapa warga seperti jamban," ucap Rudy.

Dalam minggu terakhir ini, kondisi Yoso yang parah sempat dibawa ke Rumah Sakit dan harus dioperasi kaki kirinya agar penyakit tidak menyebar. BPJS sudah setahun tidak dipakai lagi karena tidak mampu membayar, jalan alternatif yaitu meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan Bago. Kekurangan biaya perawatan dibiayai oleh saudaranya.

Semi (49), tetangga Yoso juga prihatin melihat kondisi sakit yang diderita tetangga sebelah rumahnya,"Anaknya masih kecil, yang besar butuh biaya sekolah, sampai gak bekerja ya kita ini sangat peduli, terkadang saya membantu juga sama dengan tetangga di sini juga peduli, kasihan banget, kalau kontrol ke Rumah Sakit istrinya gendong anaknya juga mbonceng suaminya, gak tega melihatnya," tutur Semi.

Larut dalam penderitaan diabetes yang diderita suaminya, kini Yuli hanya bisa pasrah menghadapi cobaan hidup dan berharap uluran tangan dari para dermawan yang terketuk hatinya. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar