Ads

Kamis, 30 Mei 2019

Mei 30, 2019
KORANPAGI.NET - Pengobatan alternatif yang khusus untuk penderita patah tulang, atau yang biasa disebut sangkal putung, sampai sekarang cara tradisional tersebut masih dipercaya masyarakat, khususnya di Jawa Timur, Kamis (30/5/2019).


Di Kabupaten Tulungagung, tepatnya di Dusun Kudusan, RT 02 RW 03, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, ada seorang ahli sangkal putung yakni Qolil (44).

Kemampuannya dalam mengobati pasien patah tulang sudah tidak diragukan lagi. Karena itu, setiap hari rumah Qolil selalu diserbu penderita patah tulang yang ingin berobat kepadanya.

Kendati demikian, pasien yang datang tidak hanya penderita patah tulang, beragam penderita penyakit pun datang dan minta diobati Qolil. Dengan menggunakan metode pemijatan kombinasi, mayoritas pasiennya sembuh dari sakit yang dideritanya.

"Banyak pasien tiap hari datang di rumah saya, kebanyakan akibat kecelakaan, patah tulang, rukyah, lumpuh, strock dan penyakit lain. Saya tidak memasang tarif dan tidak mau meminta biaya mahal, baik orang kaya maupun miskin di mata Allah SWT sama, mereka ngasih semampunya. Semua atas izin Allah SWT, mereka saya obati dan pulang saya kasih ramuan tradisional seperti rempah yang mudah didapat atau dibeli, Insyaallah hasilnya bisa dilihat, tidak perlu terapi berulang ulang, mungkin bisa satu, dua, tiga atau empat kali mereka sudah sembuh total," kata Qolil.


Banyaknya pasien yang datang, imbuh Qolil, tidak semua yang bisa ditangani langsung,"Kebanyakan mereka yang patah tulang datang dengan membawa hasil rontgen, saya tidak membutuhkan waktu lama, nyeri yang dirasa pasien saya reda dengan sendirinya. Banyaknya pasien yang datang terkadang ada yang saya tolak, karena saya juga mengatur waktu dan kewalahan meski ada asisten yang membantu. Harapan saya dengan pijat kombinasi bagi pasien adalah untuk membendung orang-orang yang tidak mampu," sambungnya.

Teknik pengobatan kombinasi yang di percaya sakti, tak hanya sanggup menyembuhkan tulang, bahkan tulang yang putuspun bisa tersambung lagi.

Sementara ini, Qolil membuka prakteknya di rumah dengan jadwal tiap hari buka pukul 08.00 WIB hingga Pukul 16.00 WIB, terkecuali jika ada pasien patah tulang dirinya mau menerima.

Setelah jam praktek tutup, Qolil tak hanya duduk diam, berbagi dengan keluarga dan mengaji kerab kali dilakukan ayah tiga anak ini setiap hari.

Bersama sang istri, Sulis (42), Qolil sudah mempersiapkan tempat baru yang masih dalam tahap pembangunan di dekat rumahnya yang rencana akan didirikan 'Panti Sehat Sangkal Putung Al Amin'.

Mengingat banyaknya pasien yang datang dari luar kabupaten, luar Jawa bahkan dari luar negeri seperti Jepang, Thailan, Malaysia dan Brunai, maka tempat untuk rawat inap juga disediakan. Qolil banyak mengoleksi mata uang dari negara lain lewat pasien yang memberinya uang, dirinya juga tidak mengerti berapa rupiah yang didapat jika mata uangnya ditukar.

Keyakinan sangkal putung khususnya masalah tulang akan memberikan hasil yang lebih cepat, meski dalam prosesnya banyak yang mengatakan kesakitan. Ilmu Mengobati patah tulang dan beberapa penyakit lainnya adalah turun temurun dari kakeknya dan sudah dikuasai. Bermodal doa dan pijatan jari, dengan sekejab pasien sudah merasa puas dan rasa sakit hilang.

Salah satu pasien yang sedang mengantri, Suwanto (32), pria lajang yang gemar balap motor asal Nganjuk ini bercerita, sepulang kerja tanpa disadari, motor yang dikendarainya menyenggol mobil, seketika itu dirinya jatuh terpental mengenai  tulang punggung serta kakinya patah. Setelah pengobatan medis, rasa nyeri masih sangat terasa,"Awalnya saya iseng-iseng melihat 'goggle' kok ada pengobatan sangkal putung di Tulungagung yang cepat pulih ya saya coba datang," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Drs Mastur melalui staf Pemegang Program Pelayanan Kesehatan Tradisional, Muanawati, SKm menjelaskan,"Bagi yang memiliki usaha pengobatan alternatif tradisional belum mengurus izin, saya harapkan untuk segera menyelesaikannya dulu, ada orgsnisasi yang sudah terbentuk di Tulungagung. Tujuan mengurus surat Terdaftar Penyehat Tradisional atau STPT adalah untuk melindungi pengguna jasa dan pemberi layanan. Jika usaha pengobatan di masyarakat belum memenuhi syarat, kami akan melakukan sosialisasi melalui puskesmas yang punya tanggung jawab untuk membina para penyehat tradisional di wilayahnya," tutur Muana. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar