Ads

Selasa, 14 Mei 2019

Mei 14, 2019

KORANPAGI.NET - Sebelas orang rencananya dijadikan saksi akan kasus terdakwa Agus Setiawan Jong (ASJ), yang didakwa mengkoordinir pelaksanaan program dana hibah Pemkot Surabaya berupa Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas), tahun anggaran 2016.


Dari 11 orang saksi itu, 10 diantaranya merupakan penerima dana hibah yakni RT/RW, dan satu orang lagi dari unsur anggota DPRD Kota Surabaya, Sugito. Dari Fraksi Hanura.
Kuasa hukum ASJ, Hermawan Benhard Manurung menyatakan, yang tercatat sebagai penerima hibah terdapat sekitar 230 lembaga RT/RW. Dia meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan semua penerima hibah agar bersaksi di Pengadilan.
“Kami minta bukan cuma 10 orang penerima hibah, tapi 230 lembaga RT RW penerima hibah Jasmas itu semuanya harus dihadirkan,”kata Benhard, di Gedung Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (13/5).
Pada persidangan sebelumnya, terdapat lima orang anggota Dewan yang bersaksi dalam kasus ini. Mereka diantaranya H Darmawan, Saiful Aidy, Binti Rohmah, Ratih Retnowati dan Dini Rijanti.
Semua saksi pada umunya menyatakan tidak ada prioritas khusus untuk proposal-proposal yang diserahkan oleh Dea, Staf Agus Setiawan Jong.
Dewan dalam hal ini hanya penjembatan proposal, sedangkan pemegang kendali, baik itu verifikasi maupun pencairan dana hibah berada di dalam kekuasaan otoritas Pemkot Surabaya. Selaku pemegang dan pengelola anggaran.
Para anggota dewan juga menerangkan, Program Jasmas itu lahir setelah mereka melakukan reses atau menampung aspirasi masyarakat melalui konstituen masing-masing. Jadi bukan lahir atas intervensi Agus Jong.
“Programnya lahir dari masyarakat, proses pencairan berada di otoritas Pemkot, lalu pertanyaannya, kenapa Agus Jong dituduh mengkoordinir Pelaksanaan Jasmas.? Dari mana korelasinya,”tandas Benhard.
Benhard menyimpulkan, dari proses awal persidangan hingga menginjak sidang ke 9 ini, tidak ada satupun saksi yang dapat membuktikan bahwa Agus Setiawan Jong terlibat dalam melakukan pengkoordiniran Pelaksanaan Jasmas. GDm/Nt/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar