Ads

Kamis, 16 Mei 2019

Mei 16, 2019
1
KORANPAGI.NET - Harapan kita di masa muda adalah menikmati masa tua bersama keluarga. Tapi tidak semua orang bisa merasakan hal itu, di Panti Sosial Tresna Werda (panti jompo) yang berada di Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, ada sekitar 80 lansia sedang menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan tanpa ditemani sanak keluarganya, Kamis (16/5/2019).

Salah seorang penghuni panti jompo di Tulungagung

Saat salah satunya Samsudin (78), asal Kabupaten Blitar, sudah 3 tahun ini dirinya menjadi penghuni panti jompo. Di dalam Wisma Tulip tempat tinggal Samsudin, disediakan ruang tamu dan beberapa kamar lengkap dengan fasilitasnya,"Hidup itu harus dijalani dan menerima keadaan, apalagi di bulan puasa, harus banyak beribadah menjalankan perintah Allah SWT," tutur Samsudin saat ditemui Koran Pagi.

Dalam panti jompo tersebut mempunyai lima wisma, di antaranya Wisma Tulip yang diisi lansia laki-laki dengan jumlah 20 orang, Wisma Melati ditempati khusus lansia wanita, Wisma Mawar, Wisma Krisan dan Wisma Dahlia. Syarat wajib yang diperlukan untuk menjadi warga panti jompo yaitu, usia di atas 60 tahun, kesehatan lansia dan harus lansia miskin, terlantar atau ditelantarkan, serta surat keterangan dari desa setempat.

Kepala Seksi Bimsos saat berkunjung di ruang wisma lansia wanita

Kepala UPT Panti Sosial Tresna Werda Kabupaten Blitar melalui Kepala seksi Bimbingan Sosial UPT pelayanan sosial  Tresna Werda di Tulungagung, Sunu Pant Jadharmo menjelaskan, momen Ramadhan mayoritas penduduk panti jompo merindukan keluarganya,"Mereka sebenarnya punya angan-angan untuk dekat dengan keluarga, momen puasa ini yang sering dibicarakan pasti  keluarganya, kita hanya bisa memberikan semangat pada mereka, karena mereka merasa terbuang dari keluarganya. Tidak semua lansia memiliki keluarga," jelasnya.

Mendekati lebaran ini, tambahnya, pemerintah menyediakan bingkisan lebaran sekaligus uang saku untuk lansia."Untuk kesehatan, kita sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tulungagung seminggu sekali. Harapan saya pada pemerintah, khususnya Dinas Sosial di Tulungagung, segera direalisasikannya Selter atau tempat penampungan sementara yaitu Penyandang Masalah Kesehatan Sosial (PMKS), jika ada pengemis, lansia, anak yatim, bisa diproses selanjutnya diseleksi, lalu kita kirim ke Pemerintah Propinsi sesuai dengan status mereka," papar Sunu.

Di waktu luang supaya tidak jenuh, para lansia  juga diajari keterampilan seperti membuat sulak, sapu dan keset, hasilnya juga dipakai sendiri oleh warga panti mengingat memiliki banyak penghuni dan wisma. Menjelang Ramadhan ini, mereka yang berpuasa bisa bertahan hingga adzan magrib tiba, dan sebagian tidak menjalankan puasa tetap seperti biasa makan sehari tiga kali. Sebuah rantang susun berisi nasi, sayuran dan lauk pauk bisa dinikmati. 

Aktifitas di dapur Panti Werda

Kasmiatin dan Prayitno adalah PNS yang mempunyai tugas  memasak untuk para lansia, sehari di butuhkan kurang lebih 32 kilogram beras, sedangkan menu ringan seperti sayuran dan lauk pauk  tidak keras agar mudah dicerna. Makanan bergizi selalu berganti, tujuannya agar lansia tidak bosan mengkonsumsi. Dari pukul 03.00 WIB pagi, persiapan memasak nasi, sayuran hijau dan lauk pauk bisa dikerjakan dua orang, makanan sehat bagi lansia siap dihidangkan pagi, siang dan sore hari. Kebersihan makanan di rantang susun terus menjadi perhatian supaya tetap teraga kesehatan makanan yang ada di dalam. (Gusty Indh)

1 komentar:

  1. Smg penghuni panti tetap diberi kesabaran dan ketabahan dan smg tetap istiqomah dlm menjalankan ibadah puasa,,,Aamiin...

    BalasHapus