Ads

Kamis, 30 Mei 2019

Mei 30, 2019
KORANPAGI.NET - Pelayanan kemoterapy di klinik Modern Dasa Medika (MDM) sudah ada ijin dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, hal ini sekaligus menjadikan klinik satu-satunya di kota ini yang ada pelayanan tersebut.

Manajemen Klinik MDM (kanan)

Sebelumnya, mencuat kabar bahwa telah ada pasien meninggal dunia saat masih menjalani rawat jalan (kemoterapy) di Klinik MDM, Jalan Diponegoro, Surabaya.

"Meninggalnya di rumah saat masih menjalani rawat jalan di Klinik MDM. Setiap 1 Minggu sekali bapak di kemo selama 3 hari di Klinik MDM, setelah itu pulang. Baru di kemo 4 kali bapak sudah meninggal, padahal kemonya kurang beberapa kali lagi. Ya mau gimana lagi kalau Tuhan sudah berkehendak, saya Ikhlas," kata sumber kepada Koran Pagi, Rabu (29/5/2019).

Sementara, pihak klinik mengaku sudah sesuai prosedur, pelayanan kemo di tempatnya sudah ada ijin resmi Dinkes Kota Surabaya."Dinkes Kota Surabaya mengijinkan kami (Klinik MDK) melakukan kemoterapy dengan syarat ada dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), yaitu dokter onkologi atau konsultan hematologo onkologi medik (KHOM). Karena itu klinik ini sudah ada penanggungjawabnya untuk melakukan kemo, Prof BW kan sudah nenyandang gelar KHOM," ujar pihak manajemen klinik.

Terkait klinik tersebut, Pagarjati Indonesia segera melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pasalnya, pihaknya menduga ada tendensi yang mengarah pada 'penyalahgunaan' gelar dan jabatan oknum.

"Kami tidak percaya begitu saja kalau Kadinkes Kota Surabaya yang mengijinkan klinik MDM bisa melakukan kemo. Setelah momen lebaran (Idul Fitri) usai kami akan audiensikan dengan pihak Dinkes Surabaya," papar Bagus Yudianto, SH, Ketua DPC Ormas Pagarjati Kota Surabaya.

Menyangkut kesehatan masyarakat, Lanjut Bagus, khususnya di kota ini, adanya temuan klinik yang menyediakan layanan kemo, pihaknya akan terus berkonsentrasi menyikapi hal tersebut.

"Ini soal keselamatan dan kesehatan masyarakat, kami tidak menyoal pasien yang meninggal, tapi adanya pelayanan kemo di klinik itu yang kami sikapi. Pihak dinas harusnya tanggap akan hal ini, karena masyarakat harus tahu seperti apa aturan dan kriteria tempat untuk layanan kemo yang sebenarnya," tegasnya.

Sampai berita ini dimuat, Kadinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita, belum bisa dimintai keterangan karena jadwal rapatnya yang padat."Maaf Ibu sedang ada rapat, harusnya kalau mau ketemu atau wawancara pakai surat terlebih dulu," ucap petugas resepsionis Kantor Dinkes Surabaya. (Bg/Yd/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar