Ads

Senin, 27 Mei 2019

Mei 27, 2019
KORANPAGI.NET - Proyek saluran (bok culvert) di Jalan Biliton, Surabaya, pengerjaannya tidak sesuai dengan perencanaan alias menyimpang. Hal itu terlihat dari tidak menggunakan 'Sheet Pile' serta pengerjaan plengsengan batu kali dicampur dengan gragal, Senin (27/5/2019).


Sebagai antisipasi terjadinya ambrol atau retakan pada jalan di sampingnya, sesuai standarisasi pengerjaan gorong-gorong harus memakai 'Sheet Pile'. Namun, dari pantauan Koran Pagi, proyek yang digarap PT Jasamitra Mekar Abadi di Jalan Biliton, tidak memakai 'Sheet Pile'.

Saat dikonfirmasi, Hendra, Konsultan Proyek mengatakan, untuk dasaran atau sebelum pemasangan box culvert harus diberi sirtu,"Dasarannya diberi sirtu dengan ketebalan 10 centimeter, dan samping kanan kiri dikasih urugan sirtu juga," ucapnya.


Faktanya, urugan samping kiri dan kanan tidak menggunakan sirtu melainkan tanah bekas galian yang sudah bercampur sampah.

Selanjutnya, kejanggalan juga ada pada proyek plengsengan, dimana seharusnya menggunakan batu kali, tapi ditemukan adanya gragal yang juga dipakai dalam proyek tersebut.


Karenanya, adanya temuan yang mengindikasikan bahwa pembangunan gorong-gorong di Jalan Biliton asal-asalan, konsentrasi pengawasan dari pihak dinas tekait patut dilakukan, mengingat pembangunan tersebut menggunakan uang rakyat yang nilainya tidak sedikit. (Rs/Ian/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar