Ads

Selasa, 02 April 2019

April 02, 2019
KORANPAGI.NET - Sebagian masyarakat memiliki keterbatasan untuk berobat ke pengobatan medis, secara umum, kendala biaya menjadi pemicu meskipun sudah ada BPJS. Hal tersebut bisa diantisipasi masyarakat khususnya di Tulungagung memiliki inisiatif praktis melakukan terapi pengobatan kesehatan alternatif, Selasa (2/4/2019).


Pengobatan kesehatan dengan media tangan dan air dilakukan Bu Hotib (52), selama 21 tahun. Dengan dibantu suami yang juga ahli terapis, ia berkeliling dari kabupaten Tulungagung sampai ke luar Jawa. Pasangan suami istri ini melayani seluruh masyarakat, bagi masyarakat tidak mampu bisa dengan syarat membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa ataupun kelurahan. Soal biaya, tidak dipatok nominal, bahkan ada sampai tanpa biaya alias gratis.

Lebih dari 100 pasien dengan berbagai penyakit mendatangi kediaman Bu Hotib yang tinggal di Jalan Mayor Sujadi, Desa Polosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Mereka yang datang dari luar kabupaten dan dari warga Tulungagung sendiri kebanyakan mengeluh sakit seperti kanker otak, epilepsi, diabetes, kecanduan narkoba, stroke, liver, tulang keropos, asam urat, keputihan, asam lambung, kolesterol dan sebagainya. Terapi dengan teknik air yang fungsinya untuk mendetok racun atau toksin yang ada di dalam tubuh. Air merupakan sumber kehidupan, dengan filosofi air bisa mematikan api tetapi api tidak bisa membakar air. dengan terapi air banyak pasien dalam batas yang ditentukan mendapat kesembuhan tanpa ada pantangan. Terapi pemijatan tanpa minyak oles, melainkan memakai 9 tetes air dengan melakukan pemijatan dari ujung jari sampai titik-titik tertentu terutama yang terkait dengan penyakit riskan pasien.


Saat Koran Pagi berkunjung di kediaman Bu Hotib, yang saat itu sedang melakukan terapi penderita asam lambung kronis mengatakan,"Saya mengajak masyarakat untuk hidup  sehat, mayoritas pasien datang dari kalangan tidak mampu, karena itu saya layani dengan syarat membawa SKTM, saya layani tanpa pandang bulu, karena mereka ingin sehat. Saya treatmen kesehatan hanya beberapa kali, Insyaallah atas izin Nya mereka sembuh. Biasanya, esoknya dia membawa saudaranya untuk diterapi. Jangan takut untuk datang di terapi saya. Sebagai saran, jika ingin sehat perhatikan pola makan, pola pikir, pola hidup diimbangi dengan psikis," tutur Bu Hotib.

Kepedulian terhadap masyarakat kecil sangat diperhatikan, siapapun yang datang bisa diterapi dengan jari lentik Bu Hotip serta pemijatan air memiliki efek yang membuat rileks. Hal ini bisa membantu individu untuk membuat mengurangi rasa sakit,  setelah pasien selesai diterapi, dianjurkan untuk minum air putih sebagai alternatif terapi sehat.

Wiwit (43), salah satu pasien asal Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, di nyatakan sembuh dari asam lambung kronis yang dideritanya selama 7 tahun. Dengan terapi tangan dan air selama 4 hari sekali hampir satu bulan lebih, tidak pernah kambuh lagi dan bisa menikmati segala makanan,"Dulu tiap mau makan selalu mual dan pusing, perut sakit, setelah terapi beberapa kali Alhamdulilah saya gak merasa mual dan bebas makan apa aja termasuk yang pedas-pedas," ucap Wiwit.

Metode pengobatan menggunakan air untuk mengobati penyakit dan meringankan kondisi yang menyakitkan penderita, karena menggunakan terapi air bukanlah konsep baru. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar