Ads

Jumat, 12 April 2019

April 12, 2019
KORANPAGI.NET - Sebuah klinik di Kota Surabaya "nekat" layani kemoterapi penderita kanker. Alih-alih rawat jalan, pasien meninggal dunia saat menjalani proses kemo bertahap, Jumat (12/4/1019).


Peristiwa tersebut terjadi pada tahun kemarin (2018). Awalnya, HS (pasien penderita penyakit kanker yang meninggal dunia) berobat ke Rumah Sakit Husada Utama. Setelah didiagnosa, bukannya dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai, pasien malah dirujuk ke sebuah klinik di Jalan Diponegoro, Surabaya, untuk menjalani rawat jalan.

Di klinik itu, pasien harus menjalani proses kemoterapi sebanyak 8 (delapan) kali. Ironisnya, saat tahap proses kemo yang ke 5 (lima) kali, pasien meninggal dunia, tepatnya pada April 2018.

"Saya tidak tahu kalau sesuai standart prosedurnya pengobatan kemoterapi tidak boleh dilakukan di klinik," terang keluarga Almarhum HS kepada Koran Pagi.

Perawatan kemoterapi

Dari data yang didapat, dokter yang merawat pasien saat itu seorang profesor. Pihak keluarga pasien juga mengatakan bahwa, biaya sekali menjalani proses kemo di klinik bisa mencapai belasan juta rupiah.

"Pembayaran biaya kemo juga tidak melalui kasir, tapi via transfer ke rekening asisten dokter perawat bapak," ungkap sumber.

Biaya sekali kemoterapi

Saat awak media mendatangi klinik dan menanyakan terkait adanya pelayanan kemoterapi, salah seorang pegawai informasi membenarkan."Iya benar ada, apakah bapak mau mendaftar," ujar wanita yang duduk di bagian informasi klinik.

Selanjutnya, pegawai lain, sebut saja Yana, menghampiri dan berucap sebaliknya, bahwa kliniknya tidak melayani pengobatan kemoterapi."Kalau untuk kemoterapi kami biasa arahkan pasien ke Rumah Sakit Darmo, disini tidak ada," ucap Yana.

Namun, setelah mengetahui ada pasien yang sudah meninggal saat menjalani rawat jalan (kemoterapi) di kliniknya, Yana tidak dapat memungkiri,"Oh iya, tapi itu dulu," bantahnya.

Karenanya, menilik dari peristiwa diatas, perlu bagi masyarakat supaya berhati-hati serta waspada terhadap pelayanan rumah sakit, khususnya oknum dokter yang memanfaatkan pasien demi kepentingan pribadi atau golongan. (Why/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar