Ads

Rabu, 24 April 2019

April 24, 2019
KORANPAGI.NET - Pelaksanaan lomba jamu gendong merupakan rangkaian kegiatan pembinaan sediaan farmasi yang di selenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, bertempat di  Barata Convention Hal, bertujuan membina pengusaha atau penjual jamu gendong agar produksinya dapat dipertanggungjawabkan dari segi keamanan dan segi kasiatnya. Peserta dari 19 Kecamatan di Tulungagung,  dan masing-masing Kecamatan wajib mengirimkan tiga orang  peserta. Jenis jamu gendong  yang dilombakan adalah jamu beras kencur dan jamu kunci suruh, Rabu (24/4/2019).


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung,  Drs Mastur, MM, di saat acara menyampaikan,"Untuk menciptakan kwalitas jamu tradisional dalam rangka meningkatkan kebugaran kesehatan masyarakat, artinya kebijakan di tingkat pusat dan daerah untuk menghidupkan kembali jamu tradisional. Ada beberapa persyaratan yang harus punya kwalitas dan bermutu serta berkasiat. Jamu bisa di bilang berkasiat jika di gunakan sampai  tiga turunan yaitu nenek, anak dan cucu. Dengan di adakannya lomba ini kita dapat  membina produsen jamu supaya bisa memproduksi jamu dengan baik," papar Mastur.


Kriteria penilaian dalam lomba jamu gendong bila sesuai aturan seperti pemilihan bahan, peramuan, penyimpanan, formula ramuan yang di pergunakan yaitu kebersihan dan alur proses pembuatan jamu,  penyajian dan  penampilan. Dalam lomba jamu gendong Dinas Kesehatan  mempercayakan juri  dari dari seksi farmasi  Dinas Kesehatan dan dari pakar jamu Tulungagung. Pelaksanaan lomba masing-masing peserta  membawa jamu siap minum beserta perlengkapan  seperti gelas dan keranjang. Peserta wajib memperagakan penjualan jamu gendong dan cara mempromisikan jamu.

Kepala Bidang Farmasi Dinas Kesehatan sekaligus juri lomba jamu gendong, Masduki, SE,M Kes menerangkan,"Jika lomba jamu gendong ini untuk membina kader kesehatan tang memiliki ketrampilan membuat jamu gendong sebagai salah satu upaya kesejahteraan keluarga dan membentuk penyajian jamu gendong sesuai dengan budaya Indonesia dengan sentuhan moderen. Harapan saya kegiatan ini sebagai wujut kontribusi Dinkes terhadap pelesyarian budaya minum jamu di Indonesia kususnya Tulungagung, dan saya berharap kegiatan ini sebagai sarana  pembinaan dan menginspirasi pengusaha mikro bidang obat tradisional menjadi lebih berkwalitas dan bermartabat," terang Masduki.


Di tempat terpisah dua peserta perwakilan dari Kecamatan Boyolangu, Mbah Paitun (63) dan Warsini (45), dari Desa Beji,  masing-masing berjualan jamu hampir 20 tahun, meracik jamu sendiri dan menjualnya dengan memakai rombong dorong berkeliling ke kampung, pasar dan kantor.

"Alhamdulilah saya senang bisa ikut lomba jamu gendong karena saya bertahun-tahun ya cuma jualan jamu di pasar alhamdulilah habis, pelanggan saya banyak, minum jamu yang saya racik insyaallah bisa di rasakan manfaatnya," tutur Mbah Paitun.

Lomba jamu gendong bagi peserta yang berhasil mendapat juara bisa membawa hadiah berupa tropi, uang tunai dan piagam penghargaan. Dari 57 peserta, panitia penyelenggara mengambil juara 1,2,3 dan juara harapan 1,2,3. Serta ada juara faforit. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar