Ads

Minggu, 21 April 2019

April 21, 2019
KORANPAGI.NET - Mujiati (70), asal Dusun Tanjung Desa Karang anom Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, merupakan seorang wanita yang memiliki semangat juang Kartini, tokoh wanita Indonesia yang telah memperjuangkan emansipasi wanita dan pelopor kebangkitan kaum wanita. Selama 37 tahun, Mujiati menopang ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai buruh penitik atau pemecah batu, Minggu (21/4/2019).

Mujiati (kanan) menjalani aktifitasnya memecah batu (foto : Indah)

Mujiati bercerita, sejak masih  sekolah dirinya senang membantu orang tuanya memecah batu di depan rumahnya, batu-batu tersebut di antaranya batu hias, batu pondasi dan batu cor yang di datangkan dari Kediri oleh sang majikan. Setelah melepas masa lajangnya dan di karuniai tiga anak hingga memiliki seorang cucu yang sudah bekerja di Surabaya, sampai sekarang Mujiati tetap menekuni  pekerjaannya sebagai buruh pemecah batu.

Suaminya sudah lama sakit dan tidak bisa bekerja, kondisi ini lah yang mengharuskan Mujiati untuk terus berjuang demi menghidupi keluarga kecilnya,"Saya kerja mulai jam 7 pagi sampai jam 4 sore, siang istirahat. Karena tidak ada pekerjaan lain selain menitik batu, ya ini yang bisa saya lakukan," tukas Mujiati dengan logat bahasa jawa.

Bekerja sebagai pemecah batu merupakan pekerjaan yang sangat berat dilakukan oleh seorang wanita. Lokasi yang dekat dengan rumah memudahkannya untuk bekerja. Di lingkungan tempat tinggal Mujiati, pekerjaan memecah batu hampir dilakukan oleh semua warga, lebih dari  22 orang, baik laki-laki atau perempuan, bahkan suami istri sama-sama  memecah batu di sepanjang pinggir bantaran Sungai. 

Upah yang diterima tidak seberapa, satu kubik (ukuran cikrak) dihargai senilai 6000 rupiah, itupun dirinya  tidak menerima uang setiap hari, menunggu pembeli datang. Mulai dari memecah batu besar, kemudian membawa batu pecahan sedang, hingga dipecah lagi menjadi batu ukuran kecil.

Pekerjaan sebagai pemecah batu bukan keinginannya, namun karena faktor pendidikan dan ekonomi, mengharuskan Mujiati menjadi seorang pemecah batu. (Gusty Ind)

0 komentar:

Posting Komentar