Ads

Kamis, 25 April 2019

April 25, 2019
KORANPAGI.NET - Melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ancaman dan risiko bencana di lingkungan sekitar. Bertempat di Wina Joglo, Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru, melibatkan OPD terkait kebencanaan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tulungagung, Polres dan Kodim 0807/Tulungagung, Kamis (25/4/2019).


Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung Suroto melalui Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana Drs Jito Prayoga, MM, menceritakan,"Pada hakekatnya bencana di  seluruh Indonesia  kususnya Tulungagung ada 6 ancaman bencana yang salah satunya tidak bisa diprediksi kapan itu terjadi, dan berapa kekuatan gempa berpotensi stunami, maka BPBD Tulungagung ikut mensukseskan HKB 2019 melalui pemulihan, kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat pasca bencana, siap untuk selamat," papar Jito.


Di tambahkan lagi,"Musim kekeringan sekarang  belum masuk, hujan masih lewat namun tidak membahayakan. Yang harus di waspadai adalah bila  musim pancaroba yaitu angin dan gempa, sebab  sewaktu- waktu bisa terjadi dan masyarakat Tulungagung  bagi daerah rawan bencana harus meningkatkan kesiapsiagaan bila datang  gempa berpotensi  stunami.

Ada 11 pantai berpenghuni dan 7 pantai tidak berpenghuni, beberapa pantai yang belum ada rambunya seperti pantai gemah, pantai coro, pantai gebang dan pantai yang ada di daerah Pucang laban masyarakat hendaknya berhati- hati. Setelah tereleasi  akan kita pasang  rambu bencana dan jalur efakuasi," tambahnya.


Hari Kesiapsiagaan bencana 2019 mengambil tema "Mari jaga alam dan jaga kita". HKB 2019 tidak di peringati di BPBD sendiri, melainkan di peringati oleh seluruh OPD mulai dari dinas pendidikan, sekolah, komunitas, lembaga, elemen masyarakat, dan mahasiswa. Dengan memberikan materi pengetahuan bencana, apa yang harus di lakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan. 


Berbagai hal di gelar tadi siang dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana bersama TRC mengikuti  evakuasi mandiri dan gladi lapangan. Kegiatan tersebut sangat penting  di ikuti OPD, TNI, Polri dan  masyarakat, mengingat jika situasi darurat sewaktu- waktu muncul tanpa terdeteksi di perlukan utusan yang cepat dan tepat untuk mengurangi risiko bencana karena itu di perlukan latihan simulasi kesiapsiagaan bencana. (Gusty Ind)

0 komentar:

Posting Komentar