Ads

Kamis, 28 Maret 2019

Maret 28, 2019
KORANPAGI.NET - Keluarga Jimmy dan Handy, dua orang korban pengeroyokan di Jimmys Club,hotel JW Marriott mengamuk di PN Surabaya. Mereka kecewa karena lima pelaku divonis ringan, yakni 3 bulan tanpa harus ditahan, Rabu (26/3/2018).

"Coba kalau yang mukul anak saya tadi itu tukang becak sampai anak saya babak belur begitu, pasti sudah ditahan, gak sampai berkeliaran sampai satu tahun begini. Tapi karena ini si Giri anak orang kaya, anak orang punya, dia Spesial.," Kata Mimi Li, orang tua korban, meluapkan emosinya di Gedung Pengadilan Negeri Surabaya. Rabu (27/3).
Mimi menyoal akan pasal yang dijadikan hakim dalam memutuskan perkara pengeroyokan ini yakni pasal 351 tentaang penganiayaan. Dia juga menyoal pasal tuntutan yang dituntutkan Jaksa Damang Anubowo.
"Ini kan 170 pasalnya, anak saya dikeroyok sampai hampir mati. Dua orang anak saya dikeroyok sama lima orang, untung tidak sampai mati, sekarang dia sering mimisan," kata Mimi.
Dia merasa keberatan dengan apa yang telah diputuskan oleh hakim dan menyebut bahwa hukum telah tumpul keatas dan tajam kebawah.
"Jelas Saya keberatan, dan akan melaporkan pada Bawas Mahkamah Agung dan Juga Jamwas Kejagung," kata dia.
Dalam persidangan di PN Surabaya, Jalan Raya Arjuno, Rabu (27/3/2019), Ketua majelis hakim, Sifa’irosiddin, menyatakan semua unsur tindak pidana penganiayaan yang dilakukan lima orang terdakwa telah terbukti.
"Mengadili, menyatakan para terdakwa terbukti bersalah berikut semua unsur-unsurnya. Menghukum terdakwa dengan hukuman 3 bulan penjara dengan masa percobaan selama 6 bulan," ucap hakim ketua Sifaurosidin membacakan amar putusannya.
Adapun lima terdakwa penganiayaan itu ialah Megawati Aldona Doni, Jenifer Berby Aldona Doni, Muhammad Faisal Rizzal, Muhammad Balsum dan mantan Ketua HIPMI Giri Bayu Kusumah.
Mimi seketika menjadi berang. Saat persidangan berakhir, dia berteriak-teriak di luar persidangan. Tak hanya itu, Ibu korban kemudian memburu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo.
Kericuhan semakin menjadi saat Mimi, tiba-tiba memprotes Jaksa Damang. Mimi kesal karena jaksa hanya menuntut terdakwa dengan pasal 351 KUHP saja. Menurutnya, seharusnya jaksa menuntut terdakwa dengan pasal 170 KUHP.
"Kenapa kok 351, padahal anak saya sudah berdarah-darah lho, kalau sampai dia mati bagaimana," protes Mimi.
Sementara itu usai persidangan, Benhard Manurung, kuasa hukum keuarga Mimi langsung menyatakan akan mengajukkan gugatan perdata atas putusan ini.
Dikatakan Bernard, protes keluarga korban terhadap kasus ini tidak berhenti disini saja, dia juga bakal menggugat secara perdata soal pencemaran nama baik Mimi yang dikatakan Giri Bayu Kusumah sudah melakukan pemerasan.
"Jadi nantinya ada dua gugatan, satu gugatan atas putusan ini, satunya lagi gugatan atas dugaan pemerasan yang dikatakan Giri di media masa. Dua-duanya kita gugat minta ganti rugi," pungkas Benhard.
Diketahui, kasus penganiayaan terhadap Jimmy dan Handy terjadi di Club & Lounge Jimmys area Hotel JW Marriott Surabaya, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 02.30 dini hari.
Saat itu Jimmy dan Handy dikeroyok oleh lima terdakwa secara berutal hingga berdarah-darah. Bahkan salah satu diantara mereka melontarkan hinaan bernada rasis. Namun, oleh JPU Damang Anubowo, kelima terdakwa hanya dijatuhi tuntutan tiga bulan saja. (Jun/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar