Ads

Kamis, 28 Maret 2019

Maret 28, 2019
5
KORANPAGI.NET - Seorang buruh pabrik rokok menjadi salah satu dari sekian banyak korban pengembang nakal. Ia Menceritakan kronologis ketika uangnya 'ditilep' sejak November 2015 lalu, Rabu (26/3/2019).


Alih-alih ingin mempunyai investasi sebidang tanah berukuran 6 kali 10 di Junwangi, Krian, setelah membayar puluhan juta kepada pengembang (CV KAL), kini pupus sudah harapan Chusnul Chotimah (47).

Modus yang dikeluarkan pihak pengembang tanah kavlingan yang beralamat di Jalan Taman Ketampon, Ruko Permata Bintoro 36-37 Surabaya itu, membuat hati Chusnul meleleh.

"Iya, waktu itu didatangi marketing bernama Sumantri menawarkan tanah kavlingan dan bisa dicicil tiap bulannya serta gambar diperlihatkan site plant membuat saya tertarik," Terang Chusnul.

Faktor lain ingin memiliki tanah tersebut Karena lokasi tanah yang ditawarkan sangat strategis. Marketing itu pun kian menyakinkan untuk mengajak Chusnul ke kantornya. 

Setelah sampai di kantornya pengembang, Chusnul bertemu dengan komisaris bernama Rachmad Masyhuri dan dibuatkan surat pemesanan kavling dan ditandatangani oleh para pihak, antara lain pembeli dan pengembang serta marketing.

Selama proses berlangsung, ia juga meminta jaminan berupa surat Perjanjian Pengikatan Jual-Beli (PPJB) dari notaris. Namun selang sebulan sejak penyerahan uang DP, surat tersebut pun diterima olehnya.

"Isi surat perjanjian yang dibuat pengembang itu, pembelian sebidang tanah yang terletak di lokasi Junwangi, Krian dengan harga jual Rp. 58.500.000 bisa dibayar dengan cara kredit," Bebernya.

Chusnul menambahkan, kredit tanah tersebut dimintai DP sebesar Rp. 16.500.000 dan bisa di cicil selama 36 kali per bulan dengan angsuran perbulannya Rp. 1.166.667.

Selanjutnya, saya sudah melakulan pembayaran dari angsuran bulan pertama mulai 2 Januari 2016 sampai 10 Februari 2018 dengan total uang yang masuk kepada pengembang sekitar Rp. 47.333.342.

Kemudian Chusnul mencoba melihat tanah kavlingan tersebut apakah Sudah di lakukan pengurukan sesuai site plant dan betapa kagetnya ketika mengetahui tanah yang dibelinya secara kredit masih belum digarap oleh CV Karya Artha Lestari (CV KAL)

"Kaget dan shock tanahnya kok masih berupa sawah belum di kerjakan pengurukan, padahal janjinya pada tahun 2015 lalu. Segera dilakukan pengurukan dan membangun jembatan tpi nyatanya tidak dilakukan oleh CV KAL," Cetus Chusnul.

Tak mau berpikir lama, ia pun mengungkapkan keluhannya bersama konsumen yang senasib mendatangi kantor CV KAL dan ditemui komisaris Rachmad Masyhuri. 

"Iya pihak pengembang berjanji akan segera menyelasaikannya dan Rachmad Masyhuri membuat perjanjian sanggup untuk membayar pembatalan pembelian tanah kavling Junwangi," Celotehnya.

Perjanjian itu dibuat diatas materai (02/01/2019) dan sanggup mengembalikan uang konsumen atas nama Chusnul Chotimah selambat-lambatnya pada (20/3/2019), terhitung 3 bulan. 

"Waktu saya tagih sesuai surat pernyataan tersebut, pihak pengembang CV KAL berbelit tidak mau mengembalikan uang secara tunai, selalu di janji-janji saja," pungkasnya.

Sementara itu, Komisaris CV KAL, Rachamd ketika dikonfirmasi terkait uang konsumen yang belum dikembalikan mengatakan, bahwa pihaknya masih berunding dengan perusahaan dan pasti akan di kembalikan. Apalagi sekarang perusahaan sudah berganti kepemimpinan yang baru.

"CV KAL sudah berganti dengan kepemimpinan yang baru karena seluruh aset perusahaan sudah di take over oleh perusahaan lain. Pastinya uang konsumen akan dikembalikan kok mas," Ucap Rachmad. (Ris/Sms)

5 komentar:

  1. Saya jga salah satu korban cv.kal di kavling junwangi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga ambil disitu, saya baru tahu kalau tertipu, bagaimana caranya uang kembali

      Hapus
  2. Saya juga korban cv KAL, berharap uang dpt kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ambil tanah disitu, saya juga baru tahu, gimana langkah selanjutnya, saya berharap uang dapat kembali, atau tanah menjadi hak milik

      Hapus
  3. Ada yAng tau rumah nya sumantri soalnya saya juga beli tanah disana

    BalasHapus