Ads

Minggu, 17 Maret 2019

Maret 17, 2019
KORANPAGI.NET - Usai pensiun dari kedinasan Pemkab Tulungagung, Susanto menciptakan banyak lagu tentang budaya dan tempat wisata. Ditanya sudah berapa lagu yang diciptakan, pria kelahiran 6 April 1950 tersebut sampai lupa berapa karya lagunya yang sudah tercipta, Minggu (17/3/2019).


Jalan menuju kesuksesan tidak pernah mudah, perlu kerja keras dan perjuangan. Musisi legend atau maestro Tulungagung dengan banyak karya lagu daerah asli Tulungagung berjenis pop dangdut, langgam dan keroncong ini sudah merasakan hal tersebut.

Pria bertubuh subur ini adalah Susanto (69), warga Jalan Panglima Sudirman 1, Kelurahan Kampung Dalem, Tulungagung. Lagu-lagu yang diciptakan banyak yang bercerita tentang ragam budaya dan tempat-tempat wisata di Tulungagung. Setiap jalan-jalan ada saja inspirasi yang ia dapatkan untuk menciptakan sebuah lagu.

Setelah pensiun dari pekerjaannya di Pemkab Kabupaten Tulungagung, ia menekuni karirnya sebagai pemusik. Alat musik yang biasa dimainkan yakni gitar dan elektun. Di tahun 2000, Susanto mulai menciptakan puluhan lagu, diantaranya Alun-Alun Tulungagung, Tulungagungku Sayang, Ku Ingat Kamu, Gadis Warung Kopi, Terminal Gayatri  dan masih banyak lagi hasil karya yang sudah dirilis namun belum ada yang menyanyikan sampai saat ini.

Disela latihan, Susanto yang masih asik menata musik mengatakan, harapannya pada generasi muda Tulungagung untuk bisa memaknai lagu lagu tempo dulu,"Entah berapa lagu yang sudah saya ciptakan, saya lupa, masyarakat belum tahu lagu-lagu Tulungagung hasil karya saya tempo dulu, saya berharap pada yang muda-muda untuk bisa mencintai lagu kenangan jaman dulu agar kita bisa memaknai arti lagu," ucapnya.

Sebelum tampil pada acara yang bertema 'Tulungagung Tempo Dulu' (hari ini), di rumah Susanto, para penyanyi yang hendak melantunkan lagu karyanya berlatih vokal dahulu diiringi musik elektun. Sebagai pemimpin grup band legendaris "Olala" yang  jadi kebanggan warga Tulungagung, Susanto dan seniman legend lainnya sering tampil di salah satu stasiun televisi. Para seniman yang notabennya adalah ASN, bermusik merupakan hiburan pelepas lelah, mereka juga sering tampil di resto, cafe dan tempat wisata yang ada di Tulungagung.

Hadi, salah satu vokal tembang tempo dulu menyampaikan, bahwa lagu karya Susanto sudah selayaknya diterima masyarakat, khususnya masyarakat Tulungagung,"Lagu jaman dulu itu bagus dan mudah dihafal. Seperti lagu ciptaan pak Susanto yang menceritakan kenangan Tulungagung, harus diangkat dan dijadikan Jingle Tulungagung, karena jenis musiknya mudah diterima masyarakat," tuturnya.

Menilik hal tersebut, pemerintah haruslah tanggap dengan musisi atau seniman berbakat di Tulungagung untuk dapat perhatian. Karya-karya lagu Susanto sangat cocok dilantunkan pada setiap acara besar di Kabupaten Tulungagung. (Gusty Ind)

0 komentar:

Posting Komentar