Ads

Sabtu, 09 Februari 2019

Februari 09, 2019
KORANPAGI.NET - Peringati Hari Pers Nasional (HPN) 2019, Forum Pemred gelar acara The Editor's Talk dengan tema 'Media Meliput Perempuan' di Garden Palace Hotel, Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Jumat (8/2/2019).


Kasus asusila yang melibatkan perempuan, menjadi materi pembahasan dalam forum tersebut. Dalam hal ini kasus prostitusi online yang melibatkan artis VA, di mana beritanya telah viral dan ramai di beberapa media.

Salah satu narasumber, Mariana Aminuddin (Komnas Perempuan) menyampaikan, insan pers dan juga pihak kepolisian harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Pemberitaan asusila harus tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah sesuai dengan aturan UU Pers.

Kemudian, kepada pihak kepolisian agar tidak terlalu mengeksploitasi korban-korban pada kasus prostitusi online, mengingat putusan penyidikan masih belum pada akhirnya.

"Banyak media yang melanggar prinsip praduga tak bersalah. Saya tidak ingin menyalahkan media, karena ini juga disebabkan informasi yang diberikan pihak kepolisian. Sebenarnya hanya itu saja, jangan sampai ada statmen tipu-tipu ke publik, saya tidak menyebut humas, harusnya penyidik juga memegang prinsip itu sesuai kode etik," jelas Mariana.

Menurutnya, ada hak-hak privasi seseorang yang harus dijaga dalam pengungkapan satu perkara. Ia menyarankan agar polisi tidak membuka identitas terduga hingga proses penyidikan selesai.

Sementara, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Barung Mangera menanggapi, bahwa dirinya memberikan keterbukaan informasi untuk publik. Sebab, pihaknya tidak ingin menghalangi tugas pers. Dia menegaskan, tugas utama polisi ini adalah untuk membongkar bisnis prostitusi online yang dinilainya cukup besar.

"Sebelum kasus ini, ada kasus sebelumnya yang lebih dari ini. Lalu, kemana pemerhati? Baru kasus ini aja besar, karena di dalamnya ada publik figur. Kami terbuka dalam hal memberikan informasi untuk publik. Kalau tidak, nanti kami disangkakan menghalangi tugas pers. Tugas kami sebenarnya hanya ingin membongkar praktik bisnis haram ini," kata dia. (Ris/Snd/Nt)

0 komentar:

Posting Komentar