Ads

Rabu, 27 Februari 2019

Februari 27, 2019
KORANPAGI.NET - Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) SMKN 1 Pagerwojo bertujuan untuk mengenalkan permasalahan hukum kepada peserta siswa siswi di sekolah yang merupakan masa depan  anak bangsa. Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ini bertempat di Aula SMKN 1 Pagerwojo, sekaligus merupakan wujud nyata Kejaksaan Republik Indonesia sebagai upaya mendukung tujuan nawa cita, Rabu (27/2/2019).


Kasi intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Rahmad mengenalkan, kejaksaan merupakan lembaga penegakan hukum yang ada di Indonesia.

"Kejaksaan RI adalah salah satu institusi penegakan hukum berbagai kasus narkoba dan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), yang menjerat anak di bawah umur," jelasnya.

Jaksa Anik P menambahkan, tingginya tindak kejahatan di media sosial (medsos) seperti mengolok- ngolok, melakukan ancaman ke sana sini semua diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008, tentang Informasi Teknologi dan Elektronika (ITE), Pasal 27 dan Pasal 28, dengan ancaman hukuman 6 tahun."Saya berharap siswa siswi khususnya SMKN1 Pagerwojo lebih waspada dalam berteman, apalagi menggunakan handphone, salah satunya aplikasi Whardana, harus yang baik," terangnya.

Kasus hukum anak yang terjerat memiliki narkotika dikenakan Pasal 112 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan denda Rp 800 juta, bila tidak bisa di bayar maka denda bisa ditambah dengan kurungan badan. Pengedar bisa dihukum 5 tahun. Hukuman yang terjadi pada anak di bawah umur bisa separuh dari hukuman yang tertuang pada Undang-Unfang. Masalah hukum rawan bagi anak SMP dan SMK. Karena di usia dini mudah terpengaruh oleh narkoba.

Kepala Sekolah SMKN 1 Pagerwojo, Drs Masrur Hanafi, MM, menyampaikan rasa terimakasih pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung yang sudah memberikan pencerahan ilmu hukum  kepada siswa siswi, sehingga bisa membantu  proses karakter anak berbasis hukum," Kami dan para anak didik bisa lebih mengenal hukum, dengan kehadiran kejaksaan menjadikan anak berprestasi, membanggakan dan di harapkan menjadi pemimpin di kemudian hari," terang Hanafi. (Gusty Indh/Red)

0 komentar:

Posting Komentar