Ads

Rabu, 30 Januari 2019

Januari 30, 2019
KORANPAGI.NET - Sawah menghijau dan hembusan angin menyelimuti Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Di sepanjang jalan terlihat tanaman padi, tembakau, sayur mayur tampak tumbuh subur dan para petani yang sibuk bercocok tanam, Rabu (30/1/2019).


Salah satunya Zainudin (48), petani tembakau yang sukses di Dusun Gulut, RT 1 RW 2. Tidak sedikit hasil panen daun tembakau yang masih dalam tahap penjemuran terbeber di halaman rumahnya.

"Harapan saya pemerintah daerah harusnya menyikapi dan memperhatikan kondisi harga tembakau, karena tembakau merupakan komuditas unggulan di Desa Wates," pesan Zainudin ketika ditemui Koran Pagi.

Hal yang paling penting dalam pertanian ialah pupuk, karena itu, subsidi pupuk dari pemerintah menjadi prioritas utama para petani.

"Persediaan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani masa tanam bisa dibilang mencukupi, namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa petani yang masih mengeluhkan sulitnya memperoleh subsidi pupuk," tutur pria yang akrab disapa dengan sebutan Gus Din.

Gus Din biasa mengirim temabakau hasil panennya ke berbagai daerah seperti Malang, Kediri, Surabaya dan sekitarnya hingga ke sejumlah perusahaan rokok didaerah-daerah lain. Dari beberapa gudang rokok di Jawa Timur, rata-rata memesan daun tembakau yang sudah dalam bentuk rajangan di Dusun Gulut. Untuk jumlahnya pun bisa mencapai 5 ton sekali pesan.

Karenanya, menilik besarnya kebutuhan daun tembakau oleh perusahaan rokok di beberapa daerah, pemerintah sudah sepatutnya melindungi sektor petani tembakau nasional, serta memperjuangkan akses pasar produk tembakau dari Tulungagung. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar