Ads

Jumat, 25 Januari 2019

Januari 25, 2019
KORANPAGI.NET - Posko 'Roemah Djoeang' RN Pasangan Prabowo-Sandi yang beralamat di Jalan Muhamad Hata 1, Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, mencari relawan dan simpatisan, di antaranya ada relawan Prasa , PPIR Satpa 76, Sapa, Padi, Srikandi, RN Pas Indonesia Satoe, Kopasandi, dan GNCP, semua merupakan relawan presidium (kumpulan relawan yang ada di Tulungagung) dan simpatisan umum, Jumat (25/1/2019) malam.


H Darusman yang berprofesi Staf Ahli dalam bidang hukum dan advokasi, ia juga salah satu Relawan Nasional Prabowo Sandi (RN Pas) Tulungagung.

Kepada Koran Pagi, H Darusman menyampaikan keyakinannya terhadap paslon presiden nomor urut 2 (dua) yang bakal terpilih menjadi presiden dalam pilpres 2019.

"Saya yakin Prabowo-Sandi menang di pilpres 2019. Dulu keberadaan posko secara sembunyi-sembunyi, tapi sekarang posko sudah terbuka dan terang-terangan, ini adalah posko pemenangan Prabowo-Sandi. Bila nanti Prabowo-Sandi menang, selanjutnya untuk pilihan Bupati atau Gubernur saya minta dipilih langsung oleh DPR, hal ini mengembalikan sistim lama untuk mengantisipasi berkembangnya korupsi," jelasnya.

Kenapa harus Prabowo, lanjut H Darusman, karena Prabowo dinilai sebagai pemimpin yang tegas, berwibawa, ikhlas dan punya jasa di luar negri. Dan kenapa harus dengan Sandiaga Uno, alasannya lantaran ia seorang pengusaha muda milenia yang punya konsep managemen ekonomi yang paling mampu mengubah kesejahteraan masyarakat Indonesia.


Roemah Djoeang didirikan untuk menyambut salah satu kegiatan Prabowo, dimana capres tersebut dijadwalkan hendak berkunjung ke Tulungagung untuk melangsungkan programnya yakni memberi santunan, donor darah, istiqosah, jalan sehat, senam masal, sepedah sehat dan Jumat berkah bersama tim pemenangan Pravowo-Sandi.  

Sekretris RN Pas Tulungagung, Kamal SZ menyampaikan, posko ini untuk meningkatkan hidupnya demokrasi yang bebas dan rahasia. Prabowo-Sandi harus menang dan saatnya Indonesia ganti Presiden. Di samping itu dengan adanya pekerja dari luar, tidak menjadi harapan kita.  Dengan ganti presiden, memberi makna adil dan makmur dengan kesejahteraan masyarakat.

"Aset negara yang telah terjual harus di kembalikan ke Negara Kesatuan Indonesia," tuturnya. 

Di posko pemenangan Prabowo-Sandi, hadir pula seorang penasehat atau sesepuh yaitu Mbah Ahmad Wahit, Kyai Haji Raden Ahmad Yasin, Kyai Haji Burhannudin sebagai pembina, Mbah Di Yati sebagai dewan pembina,  Kyai Ma'mun sebagai dewan pembina dan tokoh masyarakat yang lain. Kesemuanya diketuai oleh H Komari Sholeh, Purna AD. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar