Ads

Sabtu, 26 Januari 2019

Januari 26, 2019
KORANPAGI.NET - Seorang kepala sekolah sebuah SMKN di Kabupaten Tulungagung, ternyata penggemar musik klasik serta kolektor kaset pita. Berjumlah seribu lebih kaset pita masih disimpannya dengan baik, tak heran alunan musik tahun 70 an baik lokal maupun interlokal pun sering terdengar di dalam rumahnya, Sabtu (26/1/2019).


Di era yang serba canggih, khususnya bagi para penikmat musik, keberadaan kaset pita bisa dibilang tinggal kenangan. Di mana tidak, media musik (player) digitalisasi modern kini sudah bukan hal yang asing lagi. Masyarakat penikmat musik dengan mudah bisa mengunduh langsung melalui internet.

Kolektor kaset pita ini adalah Drs Masrur Hanafi, MM (48), yang kini menjabat sebagai Kasek di SMKN di Kabupaten Tulungagung. Sejak tahun 1984, dimana pria yang akrab dipanggil Hanafi ini sudah menggemari musik-musik era 70 an.

"Dari duduk di bangku SMP saya sudah menggemari musik. Karena itu, tidak mau ketinggalan saya selalu beli kaset pita, karena dulu media musik yang paling ramai memang kaset pita," katanya.

Saat ini jarang ada kaset pita dijual di toko-toko, umumnya sekarang sudah berupa CD. Hal tersebut lantaran faktor mudahnya mengunduh musik dari internet."Sampai sekarang saya selalu memutar kaset pita untuk mendengarkan musik, karena saya sendiri memang penghobi musik, apalagi musik-musik jaman dulu, nikmat sekali kalau mendengarkan sambil santai, bahkan beraktifitas sekalipun, hati bersemangat," ujarnya.

Lantunan lagu yang kerab diputar Hanafi yakni dari grup band Josua Tree dari U2 tahun 87, badai pasti berlalu, panggung perak, karimata, musik jazz dan masih banyak lagi. meski kaset pita sudah jarang ditemui di pasaran, Hanafi ttidak ada niat untuk menjual kaset pita yang dimilikinya.

Kaset pita milik Hanafi sekarang berjumlah 1150 kaset, dan ada juga yang berupa CD jumlahnya sekitar 300 buah. Saat Koran Pagi berkunjung ke tempatnya di Perumahan Kepatihan Regency Blok D 7-8, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulunggung, tampak sekian banyak kaset pita dan CD tertata rapi dalam rak khusus di ruang santai keluarga.

"Karena sudah hoby mendengarkan musik, saya dulu sampai buat grup band dengan teman-teman, karena terinspirasi dari musik-musik yang saya dengar. Dari SMA hingga kuliah saya bermain band, sampai akhirnya saya berhenti bermain band dan berpindah jadi penyiar radio kampus di salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Malang," paparnya sembari bernostalgia dengan kaset pitanya. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar