Ads

Minggu, 06 September 2020

September 06, 2020
WL saat berteriak dan memaki petugas

KORANPAGI.NET - Patroli gabungan Polda Jatim, Satpol PP Provinsi Jawa Timur beserta elemen masyarakan dengan tujuan pendisiplinan mengenai protokol kesehatan mendapat perlawanan oleh seorang pemuda mabuk yang hendak diperiksa petugas.

Sekira pukul 22.30 WIB, iring-iringan mobil petugas berhenti di tempat hiburan malam "Hollywings", Jalan Kertajaya, Surabaya, pada Sabtu (6/9/2020) malam. Ketika hendak melakukan himbauan serta penertiban kepada pengunjung, salah seorang pengunjung (WL) dengan kondisi mabuk menolak untuk ditindak sesuai ketentuan Perwali Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 dan Inpres Nomor 6 Tahun 2020.

Sembari berteriak-teriak ingin pulang, makian kepada petugas juga sempat dilontarkan. Ironisnya lagi, pemuda berkaos putih ini mengaku bahwa dirinya adalah anak Irjen Pol Luki (mantan Kapolda Jatim).

Teman-teman WL sudah mencoba meredamnya namun sia-sia, alhasil polisi terpaksa membawanya ke Mapolda Jatim.

"Iya benar, berdasar informasi yang saya terima memang sempat terjadi sedikit ketegangan antara petugas dan salah seorang pengunjung yang sedang dalam keadaan mabuk. Sesuai dengan tupoksi, peristiwa itu sudah kami serahkan ke pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian untuk menindaklanjuti," jelas Kasat Pol PP Provinsi Jatim, Drs Budi Santosa.

Suasana di dalam Hollywings
Ditambahkan Manessy, seorang relawan dari elemen masyarakat, selama ikut giat patroli pencegahan penyebaran Covid-19, Hollywings sudah beberapa kali kedapatan melanggar protokol kesehatan, khususnya memakai masker dan jaga jarak antar pengunjung.

"Ini sudah kesekian kalinya saya dan rekan-rekan memberi himbauan ke tempat ini, tapi sepertinya tidak diindahkan, buktinya sampai sekarang masih saja melanggar," ucapnya kepada Koran Pagi.

Dalam giat tersebut, puluhan pengunjung terkena sanksi yakni penahanan KTP selama 14 hari oleh Satpol PP Provinsi Jawa Timur.

Perlu diketahui, pengambilan KTP di kantor Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Jalan Jagir, Surabaya, cukup membawa materai Rp 6 ribu. (Mn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar