Ads

Senin, 07 September 2020

September 07, 2020
Tim Rehabilitasi di ruang Konseling BNNK Tulungagung

KORANPAGI.NET - Narkoba adalah obat-obatan berbahaya dan merupakan salah satu zat yang memberikan efek kecanduan  kepada pemakainya, Senin (7/9/2020).

Tingginya kasus pemakai narkoba di Kabupataen Tulungagung disebabkan kesadaran masyarakat cukup tinggi dalam hal rehabiltasi. Akibat pandemi Covid-19 yang menjadikan anak-anak sekolah (pelajar) tidak masuk ke sekolah atau belajar di rumah, diperkirakan banyak yang ke warung kopi, sehingga memudahkan para pengedar untuk membujuk (mencekoki) para generasi bangsa supaya memakai narkoba.

Terbukti, langkah pecandu narkoba berobat ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupten Tulungagung sampai bulan Agustus tahun ini mencapai 30 orang lebih yang proses rehabilitasinya akan dilakukan secara total agar pemakai tidak kembali memakai obat-obatan terlarang. 

Jenis pengguna Narkoba yang paling membuat seseorang sangat kecanduan  diantaranya pil koplo, psikotropika, kecubung, ganja, sabu-sabu dan ekstasi, dengan berbagai alasan karena penasaran,  pelarian, ikut teman, stres dan cemas.

Adapun yang brsifat psikoterapi dapat di rehabilitasi atau rawat jalan di BNN dan yang sudah multi pemakaiannya seperti sabu-sabu, ganja dan ekstasi sulit untuk disembuhkan. Sehingga, BNNK Tulungagung  merujuk ke rehabilitasi narkoba rawat inap milik Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Pemakai narkoba yang direhabilitasi sebagian besar adalah mahasiswa dan sedikitnya adalah pegawai.

Kasi Rehabilitasi BNNK Tulungagung, Yuli Antoro menjelaskan, yang dilakukan selama pandemi adalah tetap melayani masyarakat, khususnya penyalah guna ke BNN. Kita tetap melaksanakan Mou P4GN dengan sekolahan, membentuk tim  Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) di desa-desa.

"Hari ini BNN Tulungagung baru saja mengirim satu pasien kecanduan narkoba  sudah parah ke balai besar Lido Bogor," tandas Yuli Antoro. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar