Ads

Kamis, 13 Agustus 2020

Agustus 13, 2020
Rusli Ashari saat memberikan pembinaan pada lansia

KORANPAGI.NET - Typieng atau totok saraf adalah salah satu sarana penyembuhan alternatif. Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Unit Pelaksana Teknis Pelatanan Sosial Tresna Werdha Blitar di Tulungagung rutin setiap Kamis pagi  melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyembuhan alternatif, Kamis (13/8/2020).

Sekitar 40 orang lansia mengikuti bimbingan sosial di Aula Dinas Sosial dalam rangka bimbingan sosial. Sejumlah lansia anti werdha mengikuti kegiatan pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB.

Metode typieng ini dilakukan dengan sistem penyaluran energi (totok saraf). Posisi bagi penderita bisa berdiri atau duduk, tergantung dari keluhan yang dirasakan.

Instruktur bimbingan sosial Dinsos Propinsi UPT PSTW Blitar di Tulungagung, Drs M Rusli Ashari mengatakan, mayoritas keluhan para lansia di Panti Werdha adalah soal ketahanan tubuh.

"Sebelum melakukan terapis, diawali dulu dengan latihan pernafasan selama 5 menit tujuannya untuk membersihkan tubuh dari energi negatif serta membantu organ- organ tubuh dalam proses detoksifikasi," katanya.

"Keluhan yang dirasakan lansia yaitu nyeri otot, sesak nafas, kolesterol dan gatal-gatal. Terapis yang saya lakukan ini hanya kepada lansia yang  hadir di dalam pembinaan sosial," ucap Rusli Ashari.

Suyanto (70), tinggal di wisma mawar mengeluh gatal-gatal di tangan dan sekitar perut, nyeri lantaran kulitnya bintik berair dan seperti keringat buntu (bahasa jawa keringat buntet) hal itu sangat mengganggu kehidupan.

Suyanto yang hampir satu tahun tinggal di panti Werdha mengatakan, sudah tiga kali diterapi lewat energi dari pembimbing dan sudah ada perubahan.

"Lambat laun rasa nyeri yang saya rasakan berkurang dan bintik berair diperut juga tangan, Alhamdulilah mengering.  Sekarang tidak gatal-gatal lagi. Ketika di kirim energi itu rasanya sejuk di kulit," terang Suyanto. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar