Ads

Jumat, 07 Agustus 2020

Agustus 07, 2020
Proyek pedestrian dan saluran di Jalan Ambengan Surabaya

KORANPAGI.NET - Hampir setiap tahun Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) hingga milyaran rupiah untuk pembenahan infrastruktur demi memanjakan masyarakat Surabaya.

Namun disayangkan apabila dari seluruh pekerjaan yang ada dilapangan justru dikerjakan oleh kontraktor-kontraktor yang 'menipu' masyarakat dengan mengurangi berbagai cara pengerjaannya untuk meraup keuntungan lebih.

Salah satunya proyek pengerjaan pedestrian dan saluran di Jalan Ambengan sampai Kusuma Bangsa Surabaya.

Dari hasil investigasi, diduga proyek pekerjaan saluran Beton U-Gutter yang dipasang ini tidak sesuai Spesifikasi, yang dimana pekerjaan tersebut tidak melakukan elevasi peletakan Beton U-Gutter, tidak dilakukan pemadatan sirtu didasar saluran serta Rabatan yang seharusnya sesuai dengan Spek.

Ditambah lagi untuk pengeringan air (Dewatering) dalam pengerjaannya juga tidak dilakukan, sehingga kemiringan U-Gutter tidak bisa terkontrol kemiringannya, serta bekas galian kembali diurukkan yang dimana seharusnya menggunakan pasir dan batu (sirtu).

Iwan, selaku pelaksana proyek tersebut ketika dikonfirmasi awak media Koran pagi melalui ponselnya mengenai proyek pekerjaan pedestrian dan saluran tersebut, dirinya enggan memberikan jawaban.

Sementara itu, menanggapi soal proyek pengerjaan pedestrian dan saluran ini, salah satu sumber di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengatakan, pemasangan Beton U-Gutter itu tidak boleh asal pasang, untuk pemasangan itu ada ketentuannya. 

"Sebelum U-Gutter atau box culvert dipasang, bawahnya harus didasari pasir terlebih dahulu, minimal ketebalan pasirnya 35 centimeter," paparnya, Kamis (6/8/2020).

Pemasangan Beton U-Gutter, lanjutnya, dalam galiannya juga tidak boleh tergenang air. "Itu tidak boleh, harus kering dulu sebelum dipasang Beton U-Gutter. Nah, kalau ada airnya seperti itukan pasirnya bisa hanyut," sambungnya.

Terkait dengan pekerjaan tersebut, tindakan sidak dilokasi akan dilakukan oleh pihaknya.

"Kalau kami cuma mengawasi, eksekusi teknik lapangan adalah eksekutif. Kalau ada permasalahan seperti itu kami siap melakukan sidak ke lapangan," pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua LSM Bangku Panjang, Bagus Harianto mengatakan, pekerjaan Proyek Pemkot Surabaya banyak dijadikan ajang cari duit oleh kontraktor-kontraktor nakal yang bekerja sama dengan konsultan pengawas dilokasi.

"Adanya item yang hilang didalam RAB dan tidak sesuai Spek tentu saja menyalahi aturan yang ada, seharusnya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya serta pihak Kejaksaan, maupun Polda Jatim unit Tipikor bisa menyikapi masalah ini sebagai prodak hukum," ungkap Bagus. (Hn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar