Ads

Rabu, 05 Agustus 2020

Agustus 05, 2020
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Endang Kusumaningsih S.Pd, MM (kanan), bersama staf dan camat saat berkunjung ke Bukit Tunggul Manuk

KORANPAGI.NET - Dibukanya kembali destinasi wisata untuk peningkatan perekonomian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Tulungagung, menghimbau masyarakat pentingnya mendisiplinkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah, Rabu (5/7/2020)

Ada 40 destinasi wisata di Tulungagung dipromosikan untuk menarik wisatawan lokal maupaun luar daerah, sebagai pariwisata berbasis budaya yang bertumpu pada kekuatan dan keunggulan budaya lokal dapat menjadi lokomotif pembangunan di Kabupaten Tulungagung.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pariwisata, Aris Wahyudiono, SS, TP, mengatakan, kebiasaan baru ini harus kita latih kepada masyarakat. Tidak ada tempat resiko untuk Covid-19, kita tekankan untuk mendisiplinkan protokol kesehatan sesuai dengan SOP. 

"Yang jelas kita  mengikuti aturan dari pusat, Gubernur sendiri sudah mengkampanyekan belum adanya vaksin,  untuk saat ini vaksin yang tepat adalah disiplin. Kita monitoring dilapangan terkait protokol kesehatan. Bagi wisata yang datang dari luar daerah dipintu masuk  untuk dilakukan pengecekan, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak," jelasnya

Kepala Bidang Pengembangan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Patiwisata Kabupaten Tulungagung, Aris Wahyudiono SS.TP

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung mengapresiasi  wisata buatan baru seperti di Desa Waung dan Desa Kendalbulur, hal ini tentunya berdampak pada sektor ekonomi kreatif  masyarakat.

"Hampir empat bulan perekonomian di sektor pariwisata lesu. tempat wisata sangat berdampak pada warga masyarakat, saya yakin pergerakan ekonomi memicu perkembangan sektor pariwisata. Dibukanya destinasi wisata ini harus disertai kesiapan para pelaku usaha dalam menjalankan protokol kesehatan," ungkap Aris Wahyudiono.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Endang Kusumaningsih S.Pd, MM, menjelaskan, usaha yang menjadi tolak ukur dalam mempromosikan pariwisata sebagai daya tarik wisatawan dengan mendukung peran media elektronik, website dan email, tetapi tidak menutup kemungkinan dengan cara manual dengan melibatkan remaja-remaja milenial atau youtuber dan anak-anak yang faham dengan IT.

"Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dengan cara merangkul segala lapisan masyarakat baik dinas, relasi maupu mitra kerja," terang Endang Kusumaningsih. (Gusty Indh)

0 komentar:

Posting Komentar