Ads

Rabu, 01 Juli 2020

Juli 01, 2020
2
Ist

KORANPAGI.NET - Bali Animal Defender menindak lanjuti laporan salah satu pecinta anjing di postingan Facebook nya. Dalam postingan yang diunggah oleh IG Ayu Ariyanti, telah terjadi penganiayaan seekor anjing di sebuah lokasi Gym 'Lovina Life Buleleng', Singaraja. 

Pada 30 Juni, terkait postingan di media sosial (Medsos) itu, Bali Animal Defender menuju lokasi untuk mendapatkan informasi bersama pelapor. Menurut salah satu staff Gym tersebut, pada sore itu tiba-tiba masuk seekor anjing berwarna putih, bulu yang bagus, masuk di ruangan Gym sedang dikejar oleh tiga pria.

"Mereka mengejar anjing itu dan memukulinya di dalam ruangan Gym, anjing sempat meloloskan diri sesaat namun naasnya anjing tersebut tertangkap lagi di depan halaman Gym dan di sanalah hewan pintar ini dihabisi dengan menggunakan tongkat kayu," jelas Staff Gym.

Ist

Dengan berlumuran darah, anjing tersebut diangkut oleh pelaku dan membawanya pergi. Salah satu saksi mata dilokasi kejadian, yang kebetulan teman dari pelapor sendiri mengatakan saat itu dia sedang fitness. Saksi mata lainnya mengungkapkan bahwa dia melihat dua orang pria menggunakan motor dengan membonceng anjing, di tengah jalan anjing itu terlepas dan mereka mengejarnya sehingga masuk ke tempat Gym tersebut.

Dari keterangan saksi, diduga itu merupakan anjing curian, namun pihak Kepolisian Sektor Banjar (Polsek Banjar) masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku.

Dengan sigap, petugas turun langsung dan berhasil mengamankan barang bukti berupa kayu tiga buah dan sebatang tongkat yang digunakan pelaku untuk menghabisi hewan tersebut.

Ist

Dalam kasus ini, Jovand Imanuel Calvary, Ketua Bali Animal Defender bersama tim mengutuk keras aksi penganiayaan tersebut dan akan membantu pihak kepolisian dalam mengungkap pelaku.

"Ini kan sudah diatur dalam Pasal 302  KUHP, jadi kita tunggu saja hasil penyelidikan pihak kepolisian. Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian, khususnya Polsek Banjar, Buleleng atas tanggapan dan respon positifnya  langsung bertindak dengan melakukan olah TKP sesaat penerimaan laporan kami. Semoga para pelaku bisa diadili seadil-adilnya," tegas Jovand.

Kasus ini merupakan kasus penganiayaan anjing ke tiga kalinya di Bali yang ditangani oleh BAD sepanjang berdirinya BAD. 

Terpisah, Ketua Komunitas Indonesia Cinta Satwa, Donnie Gumilang, SH, menanggapi, bahwa kebiasaan tindakan kekerasan terhadap hewan tidak menutup kemungkinan dapat memicu perlakuan tersebut terhadap sesamanya.

"Aksi brutal seperti itu tidak bisa dibiarkan, sudah tepat langkah polisi mengusut peristiwa tersebut, apresiasi untuk polisi, hewan (anjing) juga memiliki nyawa, manusia tidak berhak menyiksa begitu saja, bahkan jika seseorang suka menganiaya hewan maka hal tersebut bisa berimbas luas yang akhirnya dengan mudah bisa menganiaya manusia juga," pungkasnya. (Hn/Snd)

2 komentar:

  1. I hope that the polis pick up the dogkiller soon and that they lock him up between the dogs in a kennel all his life

    BalasHapus
  2. Ibu Ayu Ariyanti deserves all respect and honor for helping to track down the perpetrator(s)

    BalasHapus