Ads

Jumat, 06 Maret 2020

Maret 06, 2020
SDN 102 Jatirembe Gresik

KORANPAGI.NET
- Sakit hati karena diberitakan miring soal dana Program Indonesia Pintar (PIP), oknum guru SDN 102 Jatirembe, Gresik, diduga "bully" seorang siswa (anak wartawan) dengan menuduh orang tuanya minta rekreasi gratis. Sempat membentak dan tidak mau direkam saat oknum pendidik ini dikonfirmasi awak media, Kamis (5/3/1020).

Sempat beredar kabar bahwa SDN 102 Jatirembe Gresik hendak menggunakan dana PIP untuk subsidi silang sekolahan. Mencuatnya kabar berita tersebut, langsung mendapat respon dari UPT dan dinas terkait. Alhasil, peringatan bahkan pembatalan subsidi silang (penyelewengan dana PIP) pun dapat dilakukan atas kesigapan pihak-pihak UPT, Komite Sekolahan serta Dinas Pendidikan Gresik.

Namun, hal ini seakan menjadi pemantik problematik antara seorang oknum guru (inisial S) dengan salah satu wali murid bernama Dwi. Pasca pemberitaan miring soal dana PIP, salah satu murid, sebut saja Binar (anak Dwi) mendapat tindakan "Bully" oleh S, dimana S diduga melontarkan perkataan yang sepatutnya tidak pantas diucapkan kepada Binar di depan teman-temannya.

"Saya tidak tahu maksudnya S ini apa kok sampai hati menuduh saya minta rekreasi gratis dan tuduhan itu diucapkan ke anak saya di depan teman-temannya. Kalau memang sakit hati karena pemberitaan terkait PIP, monggo ke saya saja, jangan anak saya," tegas Dwi yang juga seorang jurnalis media cyber.

Sebelumnya, kepada Dwi oknum guru tersebut sempat mengaku sakit hati karena pemberitaan, tapi hal itu tidak dijadikan dendam, bahkan mengajak kerjasama dengan Dwi, menjalin hubungan baik antara guru dengan wali murid.

"Sebenarnya saya sudah menuruti niat baiknya (S) mengajak kerjasama yang baik antara guru dengan wali murid, dan melupakan soal kesalahan kemarin (pemberitaan dana PIP). Jujur saja saya sekarang kecewa, karena hal itu anak saya jadi tidak mau sekolah lantaran malu dan takut diejek teman-temannya yang menirukan ucapan S," keluhnya.

Ketika dikonfirmasi, S terkesan tidak mau disalahkan, bahkan membentak orang tua Binar."Dia (S) menyangkal, bahkan pihak sekolahan terkesan membiarkan dengan beranggapan sesama anak kecil itu sudah biasa saling ejek 'Bully'," tutup Dwi. (Yn/Snd)

0 komentar:

Posting Komentar